Kuliner Ayam Goreng

Ayam Jongos Tawarkan Ayam Goreng ‎Kemasan Harga Jongos, Rasa Joos

Mantan office boy ini merambah industri kuliner dengan masakan ayam kampung goreng, berlabel Ayam Jongos.

Editor: AC Pinkan Ulaan
dok. Ayam Jongos
Produk Ayam Jongos dijual secara daring dalam keadaan beku. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Nasib orang memang siapa yang tahu. Seorang mantan office boy, alias pramukantor, pun bisa jadi pengusaha sukses seperti yang dialami oleh Jos Oren.

Tak perlu heran, sebab pria bernama asli Bernardus Yosep Te Victoria berhasil menemukan jalannya untuk sukses, yakni di dunia digital dan entertainment.

Jos Oren dan produk Ayam Jongos olahannya.
Jos Oren dan produk Ayam Jongos olahannya. (dok. Ayam Jongos)

Kini dia merambah ke bidang lain, yakni usaha kuliner dengan label Ayam Jongos.

Menu Ayam Jongos yang digarapnya adalah ayam kampung goreng, yang diolah dengan bumbu tradisional plus sambal terasi khas Jos Oren.

Mirip-mirip tapi beda

Lalu apa istimewa dari ayam goreng dari Jos Oren, yang mengusung tagline, ‎"Harga Jongos, Rasa Joos" itu ?

"Ini bukan seperti ayam ungkep atau ayam kuning, tapi ada mirip-miripnya seperti ayam kalasan‎ Yogya. Tapi bukan ayam kalasan. Karakternya saja lebih ke sana. Bedanya, kalau ayam kalasan rasanya ‎manis, kalau ayam goreng ku rasanya gurih dan empuk," kata Jos kepada Warta Kota pada Jumat (26/6/2020).

Jos mengaku menu ayam goreng jualannya ini hasil racikan bersama istri tercinta.

Menurut dia, memasak ayam bisa dibilang gampang-gampang susah. Apalagi mengolah ayam kampung, agar tekstur dagingnya menjadi empuk dan bumbunya meresap.

"Ayam gorengku empuk tidak dipresto. Empuknya karena proses memasaknya yang lama, bisa 4 sampai 5 jam. ‎Kadang kalau kita makan ayam kampung dagingnya alot, tapi ayamku empuk dan rasanya ambyar," ucap Jos.

Lebih lanjut, pria berambut gimbal ini mengatakan, untuk bumbu olahan ayam goreng-nya ada satu bumbu yang jarang dipakai orang banyak yakni bawang merah.

Kebanyakan orang jarang memakai bawang merah karena saat ayam digoreng, tampilannya kurang cantik dan tidak kuning menggoda. Selain itu, saat digoreng lengket di wajan.

"Memang itu kelemahannya. Tapi kalau menggunakan bawang merah ‎rasanya punya karakter sendiri," ujar Jos.

Paduan tomat dan terasi

Sedangkan untuk sambal sebagai pendamping ayam gorengnya, menurut Jos paduan dari sambal terasi dan tomat.

Alasannya, sambal untuk ayam goreng itu cocoknya cuma dua, ‎kalau tidak sambal terasi atau sambal tomat. Sedangkan sambal bawang, lebih cocok untuk ayam bakar.

"Karena menu aku menu ayam goreng, jadi sambal terasi dan tomat aku padukan. Hasilnya aroma terasinya dapet, enggak terlalu pedas tetapi enggak terlalu manis juga," ujar Jos.

Dia menambahkan, ‎untuk urusan per-sambalan, kalau dia menuruti selera banyak orang agak menyulitkan.

"Jadi aku ambil tengah-tengahnya saja," katanya.

Menggunakan ayam kampung yang diolah selama berjam-jam, sehingga Jos Oren meyakinkan ayam goreng produknya empuk dan lezat.
Menggunakan ayam kampung yang diolah selama berjam-jam, sehingga Jos Oren meyakinkan ayam goreng produknya empuk dan lezat. (dok. Ayam Jongos)

Daring

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved