New Normal

Risiko Tertular Virus di Pesawat Lebih Kecil Dibandingkan di KA dan Kapal Pesiar

Sudah ingin berlibur? Pahami dulu tingkat risiko tertular penyakit saat bepergian di masa pandemi ini.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/AC Pingkan
Bagian dalam KA Walahar rute Tanjungpriok - Purwakarta. 

Perjalanan darat menggunakan kereta api

Ilustrasi kereta api di Jerman
Ilustrasi kereta api di Jerman (Instagram/deutschebahn)

Premis pertama, kereta api menampung lebih banyak orang dibandingkan
pesawat terbang.

Premis kedua, menurut penelitian yang dilakukan Dr Lara Goscé di Institute
of Health Inggris pada tahun 2018, penularan penyakit berkorelasi dengan
banyaknya kontak antar-individu.

"Semakin sering kontak, semakin besar kemungkinan penularan," kata Dr
Goscé kepada Independent.

Karena itu bisa disimpulkan bahwa bepergian menggunakan kereta api
memiliki risiko tertular virus lebih besar.

Ini juga yang dipikirkan oleh para pakar transportasi di Eropa, sehingga
disusunlah protokol bepergian dengan kereta api di benua tersebut.

Bahkan aturan ini disahkan oleh European Commission, yang merupakan
lembaga legislatif untuk Uni Eropa.

Hal paling mendasar dari aturan itu adalah pemberlakuan pembatasan jarak
antar-penumpang kereta api jarak jauh. Untuk Eropa berarti juga kereta api
antar kota antar negara (AKAN).

Bahkan dilakukan pemblokiran tempat duduk, untuk menciptakan jarak antar-
penumpang.

Kemudian penumpang tak bisa lagi membeli tiket di stasiun pada hari
keberangkatan, tetapi harus melakukan pemesanan. Dengan demikian
perusahaan kereta api bisa mengatur tempat duduk penumpang agar tercipta
jarak aman.

Selama perjalanan penumpang harus mengenakan masker untuk melindungi diri
sendiri.

Penumpang juga tak disarankan turun ke stasiun, saat kereta api sedang
berhenti untuk menurunkan dan menaikkan penumpang di stasiun antara.

Bahkan kereta api disarakan tak berhenti di stasiun yang berada di zona
merah.

Bagi maskapai kereta api, diwajibkan melakukan pembersihan menyeluruh di
semua gerbong, dan melakukan sterlisasi dengan disinfektan.

Perusahaan kereta api juga harus melakukan modifikasi alat untuk
mengurangi sentuhan tangan. Misalnya untuk membuka pintu antargerbong
menggunakan pedal yang diinjak.

Sedangkan membuka pintu keluar dilakukan oleh masinis di kabinnya.

Perusahaan kereta api juga diminta menambah frekwensi perjalanan komuter,
agar penumpang tidak menumpuk di satu kereta.

Kapal pesiar

Ilustrasi kapal pesiar
Ilustrasi kapal pesiar (Pixabay)

Anda yang punya rencana liburan naik kapal pesiar inilah kabar buruk yang
harus Anda terima.

Pasalnya Cruise Lines International Association (CLIA) belum menetapkan
waktu kapan kapal pesiar akan melaut lagi.

Mereka hanya menjawab "ketika waktunya sudah membaik," ketika ditanya oleh
Independent.

Karena itu perjalanan kapal pesiar tak mungkin terjadi di saat pandemi
Covid-19 masih berjangkit seperti sekarang.

Untuk Anda ketahui, kapal laut, terutama kapal pesiar, memiliki daya
tampung sedikitnya 700 orang. Bahkan kapal pesiar diibaratkan sebagai kota
kecil di tengah lautan.

Maka kemungkinan penularan penyakit antarpenumpang sangat tinggi di moda
transportasi ini.

Bahkan hal ini sudah dibuktikan di kapal pesiar Diamond Princess dan Ruby
Princess pada Februari lalu.

Ada penumpang yang terpapar virus corona, dan menulari ratusan orang
lainnya.

Tentu aja para pelaku industri kapa pesiar tak tinggal diam menunggu
nasib. Saat ini mereka tengah menggodok protokol operasional kapal pesiar,
yang sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

CLIA bekerja sama ilmuwan dan pakar kesehatan untuk membuat protokol
tersebut.

Presiden P&O Cruises, Paul Ludlow, mengatakan kepada Independent bahwa
fokus mereka bukan kapan mereka akan melaut lagi, melainkan bagaimana
menghasilkan protokol untuk menjami keselamatan dan kesehatan penumpang
dan awak kapal pesiar.

Sementara Kementerian Luar negeri Inggris (FCO) belum menyarankan warga
Inggris bepergian, apalagi menggunakan kapal pesiar.

Bahkan untuk warga berusia 70 tahun ke atas, serta warga yang memiliki
masalah kesehatan sebelumnya, dilarang berlibur dengan kapal pesiar.

Hal yang sama juga diutarakan CDC kepada warga Amerika Serikat.

Alasannya, kapal pesiar mengangkut ratusan orang dari berbagai negara, di
sebuah kapal berukuran panjang 362 meter dan tinggi 72 meter, sehingga
virus sangat mudah menyebar.

Bahkan industri ini memiliki catatan bahwa sekitar 4 persen penumpang
kapal pesiar, atau 1 dari 25 orang, akan tertular bila terjadi wabah di
atas kapal pesiar.

Setiap tahun selalu terjadi wabah Novovirus di kapal pesiar.

Dan data CDC menujukkan pada tahun 2019 terjadi 8 kasus wabah di 7 kapal
pesiar.

Karena itu, kapal pesiar sebaiknya dihindari dulu di masa pandemi ini.
Apalagi memang sedang tidak ada kapal pesiar yang beroperasi saat ini.

Gunakan Travelation untuk Mengurangi Kerepotan Bepergian Naik Pesawat di Masa Pandemi Covid-19

Jangan ke Luar Kota ketika Tubuh Menunjukkan Gejala Demam

Sebelum Belanja ke Mal atau Berlibur Lagi, Ketahui Dulu Tingkat Risiko Penularan Virusnya

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved