New Normal

Risiko Tertular Virus di Pesawat Lebih Kecil Dibandingkan di KA dan Kapal Pesiar

Sudah ingin berlibur? Pahami dulu tingkat risiko tertular penyakit saat bepergian di masa pandemi ini.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/AC Pingkan
Bagian dalam KA Walahar rute Tanjungpriok - Purwakarta. 

Untuk pihak maskapai penerbangan, mereka disarankan membersihkan kabin
lebih sering dengan disinfektan.

Selain itu, maskapai harus menggunakan penyaring udara kategori HEPA di
sistem sirkulasi udara di dalam pesawat.

Arah aliran udara juga harus diatur agar tidak mengenai bagian wajah
penumpang. Sebaiknya diarahkan ke bawah.

Maskapai juga disarankan membagikan tisue dengan disinfektan kepada
penumpang, agar dia bisa membersihkan sendiri area tempat duduknya, untuk
menambah keyakinan bahwa dia berada di lingkungan yang bersih.

Karena itulah, Wakil Presiden IATA, Nick Careem, dalam wawancara dengan
BBC dengan yakin menyatakan bahwa risiko tertular virus corona di pesawat
terbang sangat kecil.

Panduan dari IATA ini sudah dilaksanakan oleh pengelola bandara di
Indonesia, dan juga di banyak negara. Bahkan sudah menjadi protokol wajib
dalam pengoperasian bandara.

Untuk menambah keyakinan bahwa bepergian dengan pesawat terbang sangat
aman, maka sebaiknya pilih duduk di sisi jendela.

Pasalnya, menurut penelitian yang dilakukan Atlanta Emory University pada
tahun 2018, penumpang yang duduk di sisi jendela paling jarang
bersinggungan dengan penumpang lain.

Duduk di sisi jendela juga membuat penumpang malas beranjak dari kursinya,
kecuali saat benar-benar dibutuhkan.

Hanya penelitian Center for Disease Control and Prevention (CDC)
menyebutkan, kemungkinan penumpang pesawat tertular virus di dalam pesawat
ada di tingkatan medium, bila duduk dalam jarak 1,8 meter dari penderitan
Covid-19 yang sudah diafirmasi laboratorium.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved