New Normal

Jangan ke Luar Kota ketika Tubuh Menunjukkan Gejala Demam

Suhu tubuh 37,3 derajat Celcius bisa membuat Anda ditolak masuk ke mal, atau menginap di hotel.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa/Highland Park Resort
Pemeriksaan suhu tubuh bagi para tamu dan karyawan di Highland Park Resort. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pandemi Covid-19 memang betul-betul memaksa manusia mengubah kebiasaannya, menjadi perilaku yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Bukan hanya harus rajin cuci tangan, dan selalu mengenakan masker saat berada di luar rumah, melainkan mengukur suhu tubuh juga harus dibiasakan. Apalagi saat hendak bepergian ke luar kota.

Pemeriksaan suhu tubuh pengunjung Blok M Square.
Pemeriksaan suhu tubuh pengunjung Blok M Square. (Istimewa/Blok M Square)

Jika tubuh mulai terasa tidak nyaman, ngilu-ngilu, dan memanas, segera periksa temperaturnya.

Bila thermometer menunjukkan angka 37,3 derajat Celcius sampai dua kali, lebih baik tetap tinggal di rumah.

Pasalnya, angka 37,3 derajat Celcius itu sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai patokan

Sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020, yang mengatur protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilotas umum, dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19, suhu tubuh menjadi indikator penting dalam menerima pengunjung atau tamu bagi industri wisata.

Dilarang masuk

Disebut di sana pengelola mal dan hotel wajib melakukan pemeriksaan suhu tubuh setiap orang yang akan masuk ke gedung mereka.

Jika didapati seseorang memiliki suhu tubuh 37,3 derajat Celcius, maka orang itu harus diperiksa lagi suhu tubuhnya lima menit kemudian.

Bila pemeriksaan kedua masih menunjukkan angka 37,3 derajat Celcius, maka orang tersebut dilarang masuk.

Khusus untuk pengelola hotel, bila calon tamu tersebut memiliki surat hasil pemeriksaan kesehatan, yang menyatakan dirinya bebas Covid-19, maka dia masih diperbolehkan menginap.

Hanya saja, petugas pemeriksa harus melihat tanggal surat itu dikeluarkan.

Bila yang diajukan adalah hasil pemeriksaan RT-PCR, maka tanggalnya tidak boleh lebih dari 7 hari dari waktu kedatangan di hotel.

Bila surat itu adalah hasil pemeriksaan rapid test, maka tanggalnya tak boleh lebih dari 3 hari dari waktu kedatangan.

Evaluasi diri

Selain menolak masuk calon tamu yang menunjukkan gejala demam itu, petugas harus menanyakan riwayat perjalanan tamu itu.

Bahkan tamu itu harus mengisi laporan evaluasi diri (self assessment) kondisi kesehatannya.

Bila hasil self assessment itu memiliki risiko besar Covid-19, maka tamu tersebut harus dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.

Aturan ini tak hanya berlaku untuk hotel besar, tapi juga harus dilakukan pengelola homestay, losmen, asrama, dan sejenisnya.

Dijelaskan dalam KMK itu, pemeriksaan suhu tubuh merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat, dengan deteksi cikal-bakal kasus sedini mungkin.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved