New Normal

Sebelum Belanja ke Mal atau Berlibur Lagi, Ketahui Dulu Tingkat Risiko Penularan Virusnya

Tingkat risiko penularan virus di mal lebih rendah daripada taman hiburan. Namun museum memiliki tingkat risiko penularan paling rendah.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Janlika Putri
Seorang petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung di pintu masuk Mal Plaza Indonesia. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Di masa pandemi Covid-19 ini, setiap tempat dan setiap kegiatan berpotensi menularkan virus.

Hanya saja tingkat risiko penularan tersebut berbeda-beda, tergantung beberapa faktor.

Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkompimko) Jakarta Utara monitoring Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (15/6).
Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkompimko) Jakarta Utara monitoring Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (15/6). (Dok. Sudin Kominfotik Jakarta Utara)

Sebagaimana diwartakan laman MLive, negara bagian Michigan juga sudah membuka kembali pusat perbelanjaan dan taman hiburan, meski angka kasus Covid-19 masih tinggi.

Lima dokter yang mereka wawancarai sama-sama menyebutkan lima faktor yang harus diperhatikan masyarakat, dalam berkegiatan di tengah masa pandemi.

Lima faktor itu ialah, di dalam ruangan atau di luar ruangan; jarak dengan individu lain; durasi terpapar; tingkat kepatuhan, tingkat risiko individu.

Dengan memperhatikan lima faktor tersebut, masyarakat bisa memilih bentuk kegiatan yang memiliki risiko penularan virus lebih kecil.

Aktivitas luar ruangan secara umum disebut lima dokter ini lebih aman dibandingkan di dalam ruangan.

Pasalnya, di luar ruangan sudah pastinya areanya sangat besar, sehingga virus tidak terkonsentasi di tempat yang itu-itu saja.

Sementara aktivitas olahraga permainan seperti sepak bola dan bola basket, atau menyaksikan konser musik, memiliki risiko penularan lebih tinggi karena kemungkinan kontak fisik dengan orang lain sangat besar.

Sedangkan untuk durasi terpapar, para doketer itu mereka menjelaskan bahwa orang yang bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya lebih kecil kemungkinan terpapar virus, dibandingkan orang yang duduk di satu tempat dalam waktu lama.

Faktor berikutnya adalah kepatuhan masyarakat. Wilayah yang masyarakatnya patuh dengan protokol kesehatan, sudah pasti memiliki risiko penularan virus lebih kecil, dibandingkan wilayah yang warganya kerap melanggar aturan kesehatan.

Dan, faktor tingkat risiko individu ialah tingkat kesehatan seseorang, yang membuatnya lebih rentan terpapar penyakit.

Atau, individu yang memiliki penyakit lain, yang bisa menjadi parah jika terjangkit Covid-19.

Dari lima faktor itu, kelima dokter tersebut menyusun peringkat risiko penularan, yang bisa menjadi acuan masyarakat dalam memilih kegiatan dan lokasinya.

Tingkat risiko itu diberi skor angka 1 sampai 10, di mana 1 tingkat risiko terkecil dan 10 berarti berisiko tinggi.

Konser musik besar

Tingkat risiko: 9

Konser musik memiliki risiko tinggi, sebab selain mengumpulkan banyak orang di acara ini orang-orang akan bernyanyi.

"Benyanyi atau ngobrol itu memiliki risiko penularan besar, karena saat bernyanyi atau ngobrol terjadi percikan ludah keluar dari mulut. Viru ikut keluar dan menempel ke tempat lain," kata dokter Mimi Emig, spesialis penyakit menular di Michigan.

Pertandingan olahraga

Halaman selanjutnya

Tingkat risiko: 9

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved