New Normal

Di Mal Gandaria City Paling Banyak Pelanggaran Jalur Searah

Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, jalan-jalan di mal juga harus memperhatikan rambu dan marka.

Editor: AC Pinkan Ulaan
www.freepik.com
Ilustrasi jalan searah, one way 

WARTA KOTA TRAVEL -- Belanja di mal saat ini juga membutuhkan kedisiplinan, dan mau taat kepada aturan.

Sayangnya masih ada juga orang yang tak mau diatur, dan berlaku seenaknya sendiri.

Lili Mulyadi, General Manager Gandaria City Mall pada Rabu (17/6)
Lili Mulyadi, General Manager Gandaria City Mall pada Rabu (17/6) (Warta Kota/Budi S Malau)

Hal ini diungkapkan General Manager Gandaria City Mall, Lili Mulyadi, mengenai pengunjung malnya pada Senin (15/6) dan Selasa (16/6).

Katanya, selama dua hari itu masih ada pengunjung yang melanggar protokol kesehatan Covid-19, yang diterapkan pihaknya.

Jalan searah

Bentuk pelanggarannya kebanyakan tak peduli dengan aturan jalan satu arah (one way) di dalam mal. Sebab masih ada saja pengunjung yang nekat berjalan melawan arah.

Padahal jalur searah dibuat untuk menerapkan jarak aman antar-pengunjung Gandaria City.

"Karena one way, kadang-kadang ada satu dua pengunjung yang melanggar. Tapi begitu kita ingatkan untuk satu arah, mereka cukup kooperatif dan akhirnya mentaati," kata Lili, Rabu (17/6/2020).

30 persen

Dia mengatakan selama dua hari beroperasi di fase pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, jumlah pengunjung yang datang ke mal yang dikelolanya paling banyak hanya 30 persen dari kapasitas maksimal.

"Untuk hari pertama beroperasi Senin kemarin, total jumlah pengunjung kami hanya 30 persen dari kapasitas maksimal, sejak pukul 11.00 sampai jam 8 malam," kata Lili.

Menurut Lili daya tampung maksimal Gandaria City adalah 60.000 pengunjung.

"Tapi Senin dan Selasa kemarin hanya 30 persen saja atau sekitar 20.000 pengunjung," kata Lili.

Dia menganggap penurunan jumlah pengunjung ini adalah hal lumrah.

"Sebab kita juga kan dibatasi aturan, yakni hanya boleh menampung pengunjung 50 persen dari kapasitas maksimal," kata Lili.

Di Gandaria City, katanya, saat ini sudah 95 persen toko mengikuti aturan, sehingga sudah boleh membuka usahanya.

"Sementara yang lainnya masih belum boleh, seperti bioskop, karaoke atau penitipan anak," kata Lili.

Sensor tombol lift

Dia menjelaskan, sebelum beroperasi, pihaknya telah menyiapkan aturan ketat sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Mulai dari menyediakan hand sanitizer, menyediakan sensor untuk tombol lift, hingga pemisahan jalur untuk pengunjung demi menerapkan pembatasan jarak fisikal.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved