Pascacovid 19

Tiga Alat yang Tercipta di Masa Pandemi Covid-19

Ada benda-benda baru yang tercipta akibat pandemi Covid-19. Bisa jadi tiga benda ini menjadi alat yang wajib dibawa saat berlibur.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa
Ilustrasi virus corona. 

Alat ini sudah banyak dijual di toko online, dengan harga mulai dari Rp 12.000 per buah.

Face shield kini banyak dicari masyarakat, sevagai peranti melakoni masa normalitas baru.
Face shield kini banyak dicari masyarakat, sevagai peranti melakoni masa normalitas baru. (Shoppe.com)

2. Face shield (pelindung muka)
Benda ini sebenarnya bukan barang baru, tapi dulu tak banyak orang yang tertarik memilikinya.

Maklum, kenapa juga menambah layar plastik di depan muka yang membuat penampilan menjadi aneh.

Tapi sekarang face shield banyak dicari orang untuk menambah perlindungan dari virus. Terutama jika harus bercakap-cakap dengan cara berhadapan muka.

Sebagaimana dilansir laman WebMD, sejumlah peneliti bidang kesehatan di Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa face shield memberikan perlindungan lebih baik daripada masker kain, sehingga bisa menjadi alternatif pengganti masker.

Para peneliti di University of Iowa memberikan detail face shield yang efektif melindungi, yakni yang panjangnya melewati dagu penggunanya.

Face shield juga harus menutupi kedua telinga, dan harus menempel rapat di bagian dahi.

Kelebihan lainnya face shield dibandingkan masker kain ialah, ia bisa dipakai berulang kali. Tinggal dicuci menggunakan air dan sabun, diusap cairan disinfektan lalu dikeringkan, dan bisa langsung digunakan kembali.

Face shield juga dianggap lebih menjaga wajah dari sentuhan tangan akibat kebiasaan.

Selain itu face shield tidak terlalu menghalangi aliran udara, sehingga lebih nyaman dikenakan.

Benda ini juga sudah banyak dijual di toko online, dengan harga paling murah Rp 2.000 per lembar.

Ada pula face shield berbentuk gagang kacamata, serta face shield yang menyatu dengan topi.

Namun yang harus diingat adalah, face shield yang dinyatakan bagus adalah yang menempel di dahi tanpa celah.

Germicidal lamp atau lampu pembunuh bakteri yang menggunakan radiasi ultra violet C (UVC), kini hadir dalam ukuran kecil.
Germicidal lamp atau lampu pembunuh bakteri yang menggunakan radiasi ultra violet C (UVC), kini hadir dalam ukuran kecil. (Aliexpress.com)

3. Lampu pembunuh bakteri (Germicidal lamp)
Benda ini sebenarnya barang lama yang jadi populer gara-gara pandemi Covid-19.

Lampu pembunuh bakteri ini sudah lama digunakan di laboratorium, industri makanan, dan industri lain yang membutuhkan alat untuk mensterilkan peralatan kerja dan bahan baku.

Lampu ini menggunakan sinar ultra violet C (UVC), yang memiliki kemampuan memandulkan virus, bakteri, dan segala bentuk kuman penyakit, sehingga makhluk-makhluk itu tak bisa berkembang biak.

Sebagai alat pembasmi bakteri, germicidal lamp ini dipuji sangat efektif, sehingga marak digunakan.

Maka tak mengherankan bila ada orang yang kemudian menggunakan benda ini untuk sterilisasi aneka benda dari virus corona. Dan hasilnya memang sangat baik.

Menurut Daily Mail, di Tiongkok bus umum disterilkan menggunakan germicidal lamp ini.

Jadi lampu ini dipasang di garasi khusus, dan bus-bus tersebut diradiasi dengan lampu ini selama beberapa menit.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved