Pascacovid 19

Komunitas Rave di Inggris Membuktikan, Acara Rave Tetap Asyik dengan Protokol Kesehatan

Protokol kesehatan ternyata juga bisa dilaksanakan di rave party, tanpa mengurangi keasyikan pesta.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pixabay/FelixDesignStudio
DJ sedang beraksi meramu lagu untuk memeriahkan pesta.(Ilustrasi) 

rave ini juga hanya berlangsung selama 6 jam, dari pukul 16.00 sampai 22.00. Padahal dalam situasi "normal yang lama", rave bisa berlangsung tiga malam non-stop.

Yang menarik dari rave di Birmingham ini, para pengunjung kemudian membersihkan arena pesta, setidaknya di lahan mereka sendiri.

"Kami meninggalkan tempat ini lebih bersih daripada waktu kami datang. Tak ada sampah yang tertinggal," kata Merz.

Para pengunjung juga mendapat minuman selama pesta, yang mereka pesan lewat aplikasi percakapan beberapa hari sebelum acara berlangsung.

Maka panitia membelikan minuman pesanan tersebut, dan memberikan kepada tamu saat mereka datang.

Menurut Merz, acara mereka itu, yang merupakan rave pertama di masa pandemi Covid-19, sukses.

Suasananya, kata Merz, tetap asyik seperti rave pada umumnya, meski pun jumlah orangnya terbatas.

Protokol kesehatan tetap bisa mereka jalankan, karena acara berlangsung di tempat terbuka yang luas dengan jumlah peserta hanya 50 persen dari daya tampung arena pesta.

Sulit di kelab malam

Menariknya, pria berusia 26 tahun itu tidak yakin protokol kesehatan baru bisa dilaksanakan jika acara serupa berlangsung di dalam ruangan kelab malam.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved