Pascacovid 19

Masyarakat Harus Reservasil Dulu Untuk Berwisata ke Ancol Taman Impian

Kini masyarakat harus mendaftar dulu, jika ingin berwisata ke Ancol Taman Impian. Tiket masuk dan tiket atraksi dijual secara daring.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Angga Baghya Nugraha
Ornamen Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 terpasang di Kawasan Dunia Fantasi, Taman Impian Ancol, Jakarta Utara. 

WARTA KOTA TRAVEL, PADEMANGAN - PT Pembangunan Jaya Ancol akan menerapkan sistem penjualan tiket secara daring, melalui situs www.ancol.com.

Sistem baru itu adalah upaya manajemen Ancol Taman Impian, memenuhi protokol kegiatan yang baru bagi tempat wisata.

Dalam protokol kegiatan baru itu, yang akan menjadi standar baru pengelolaan tempat wisata pascapandemi Covid-19, adalah mengurangi kontak antarmanusia dalam penjualan tiket masuk.

Manager Corporate Communcation PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Rika Lestari, mengatakan, beberapa kebijakan baru itu akan diterapkan saat pembukaan kembali Ancol Taman Impian, setelah tutup lebih dari dua bulan karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Selain penjualan tiket, semua transaksi di Ancol dilakukan secara non-tunai (cashless).

Reservasi

Pihak Ancol juga akan memberlakuan pembatasan jumlah pengunjung harian, yakni 50 persen dari kapasitas tampung, sesuai aturan dalam protokol kegiatan baru.

Pemberlakuan kebijakan ini nantinya mewajibkan calon pengunjung untuk melakukan reservasi terlebih dahulu, sebelum datang ke tempat rekreasi tersebut.

"Penerapan protokol kesehatan Covid-19 juga harus dipenuhi, seperti memakai masker, pengecekan suhu tubuh, sering cuci tangan, dan penggunaan hand sanitizer," kata Rika dalam keterangannya Jumat (5/6/2020).

Dia menjamin pihak Ancol akan menerapkan pembatasan fisikal di semua area, termasuk antrean wahana, restoran, dan fasilitas penunjang lainnya di dalam kawasan rekreasi dan resort, selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Foto petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung dengan thermo gun di wahana Dunia Fantasi, Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, pada Februari 2020.
Foto petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung dengan thermo gun di wahana Dunia Fantasi, Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, pada Februari 2020. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Habitus bersih

Bukan hanya kepada pengunjung, protokol ini juga berlakuk bagi seluruh karyawan, termasuk tenaga alih daya, vendor perusahaan, mitra restoran, reseller, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Manajemen Ancol juga akan menggiatkan edukasi agar semua pihak dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," tambah Riska.

Pihak Ancol menjamin akan menyediakan pengecekan suhu tubuh, memperbanyak titik tempat cuci tangan, menyediakan cairan hand sanitizer, dan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.

"Kami juga akan membuat papan himbauan, demi kebaikan dan kenyamanan bersama di kawasan Taman Impian Jaya Ancol," ujar Rika.

Untuk informasi, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi mulai berlaku pada Jumat (5/6/2020).

Masa ini akan menjadi masa uji coba, sebelum akhirnya Jakarta benar-benar memulihkan kegiatan masyarakat secara penuh.

Rencananya di masa tersebut pusat perbelanjaan, restoran, dan tempat hiburan akan dibuka dengan mengikuti protokol kesehatan. (Desy Selviany)

Protokoler Kesehatan Baru Shanghai Disneyland Bisa Menjadi Standar New Normal

Opsi Tutup Lantai Dansa Diskotek Dalam Pembahasan Protokol Kegiatan Tempat Hiburan Malam

Kreativitas dan Inovasi Adalah Kunci Menyintas Industri Pariwisata Indonesia di Masa Pascacovid-19

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved