Pascacovid 19

Wisatawan ke Inggris Wajib Lakukan Karantina Mandiri 14 Hari

Berwisata ke Inggris harus siap-siap melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Ancaman sanksinya ialah denda jutaan rupiah.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Samuel W├Âlfl
Penjaga Istana Buckingham di London, Inggris. 

Menurut Daily Mail, jika traveller tiba di tanah Inggris tanpa mengisi formulir, dendanya 100 poundsterling atau sekitar Rp 1,8 juta.

Jika melakukan pelanggaran lain, maka didenda 100 poundsterling lagi. Akumulasi denda maksimal saat kedatangan adalah 3.200 poundsterling.

Nekat pergi-pergi di masa karantina mandiri, maka dendanya langsung 1.000 poundsterling, atau sekitar Rp 18 juta.

Bukan cuma itu, pelanggar juga bisa diseret ke pengadilan, jika ngeyel dan marah-marah di depan petugas, dan mendapat sanksi denda yang jumlahnya lebih besar lagi.

Ada kemungkinan traveller dideportasi, namun untuk sanksi yang itu akan diputuskan oleh pihak imigrasi Inggris.

Pengawasan

Bukan tidak mungkin traveller yang jahil malah tertantang untuk melanggar aturan ini, dengan tidak melakukan karantina mandiri.

Namun Pemerintah Inggris sudah menyiapkan sistem pengawasan karantina mandiri yang sepertinya sangat ketat.

Otoritas kesehatan Inggris diberitakan telah menggunakan kontraktor swasta, yang akan melakukan pengawasan ini.

Petugas kontraktor itu akan menelepon semua orang yang harus melakukan karantina 14 hari itu, setiap hari.

Kemudian petugas melakukan kunjungan mendadak secara berkala ke lokasi karantina.

Jika ketahuan terjadi pelanggaran, para petugas dari kontraktor ini akan melapor ke polisi.

Dan yang lebih mengerikan, proses penegakan aturan bisa dilakukan saat traveller akan meninggalkan negara tersebut.

Bayangkan, saat seseorang berpikir pelanggarannya tidak ketahuan dan siap-siap meninggalkan Inggris, tahu-tahu dia ditangkap polisi dan diperintahkan membayar denda jika ingin melanjutkan perjalanan.

Masa berlaku

Kabar baiknya, aturan karantina mandiri 14 hari ini akan dievaluasi setiap tiga pekan. Evaluasi pertama akan jatuh pada 29 Juni besok.

Namun, jika pada tanggal itu Pemerintah Inggris belum menemukan cara yang lebih baik bagi semua pihak, bisa jadi aturan ini diperpanjang.

Orang yang dikecualikan

Pemerintah Inggris juga menjelaskan orang-orang yang dikecualikan dari aturan ini, yakni penumpang transit yang tetap berada di bandara selama masa transitnya.

Selain itu sopir dan kondektur bus, masinis, kondektur, dan petugas kereta api yang melayani trayek antarkota antarnegara, sopir dan kenek truk barang antarnegara.

Pelaut, pilot, dan awak kabin yang datang kembali ke Inggris untuk bekerja kembali juga dikecualikan dari aturan ini.

Petugas inspeksi keselamatan penerbangan yang datang ke Inggris dalam rangka tugas, pegawai kerajaan, serta petugas sipil pemerintahan yang ada pekerjaan dalam waktu kurang dari 14 hari dari tanggal ketribaan, juga mendapat pengecualian.

Petugas polisi dari segala negara, yang akan menjemput pelaku kriminal untuk dibawa kembali ke negara tempat kejahatan dilakukan, juga tak perlu mengisi formulir kesehatan ini.

Pokoknya, orang-orang yang memiliki tugas dan pekerjaan penting di Inggris, pada masa kurang dari 14 hari dari waktu ketibaan, mendapat pengecualian.

Pasien yang akan menerima perawatan kesehatan di Inggris, beserta pengantarnya, juga tak perlu mengisi formulir kesehatan. Pasalnya mereka akan segera masuk isolasi di rumah sakit.

Pengantar organ donor, sel dan jaringan tissue manusia, serta petugas kesehatan juga termasuk yang dikecualikan.

Dan, para pekerja peternakan, pertanian, dan perkebunan di Inggris juga tak perlu melakukan karantina mandiri.

Alasannya, pihak pemberi kerja yang akan menjaga mereka tidak keluyuan keluar dari kompleks pertanian, perternakan, atau perkebunan.

Itulah orang-orang yang mendapat pengecualian dari protokol baru bagi para pendatang di Inggris.

Sejauh ini, pesepak bola profesional, serta atlet-atlet olahraga tidak termasuk yang dikecualikan. Dengan kata lain, mereka harus melakukan karantina tersebut ketika tiba di Inggris.

Jangan ke Inggris dulu?

Melihat begitu ribetnya protokol yang harus dilakukan wisatawan di Inggris, serta besarnya denda bagi pelanggar, tampaknya negara ini bukan destinasi wisata yang tepat untuk saat ini.

Kecuali, jika tujuan liburan Anda memang mencari pengalaman karantina mandiri di negaranya Pangeran William ini.

Kreativitas dan Inovasi Adalah Kunci Menyintas Industri Pariwisata Indonesia di Masa Pascacovid-19

Lion Air Hentikan Penerbangan Mulai 5 Juni 2020. Calon Penumpang Bisa Mengurus Pengembalian Uang

Sensor Penjaga Jarak Akan Diberlakukan di Museum-museum di Eropa

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved