Pascacovid 19

Kreativitas dan Inovasi Adalah Kunci Menyintas Industri Pariwisata Indonesia di Masa Pascacovid-19

Kreativitas dan inovasi berbasis teknologi informasi bisa menjadi penyelamat industri pariwisata Indonesia, di masa pascacovid-19.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
kemenparekraf.go.id
Menparekraf Wishnutama Kusubandio tampak memperhatikan proses penerimaan tamu di sebuah hotel. Terlihat ada jarak cukup besar antara tamu di depan meja resepsionis dengan tamu berikutnya. Besar kemungkinan jarak antarmanusia ini akan menjadi new normal di sektor perhotelan. 

EG: Paket menginap seperti ini cukup menarik. Pada dasarnya, wisatawan perlu merasakan kenyamanan dan ketenangan ketika berlibur.

Paket tersebut tentu perlu dipelajari modelnya, sehingga pada saat berlibur sudah dipastikan bahwa hanya tamu yang memiliki hasil negatif tes Covid-19 yang dapat berkunjung.

WK: Apakah nantinya surat keterangan sehat menjadi wajib untuk masuk ke sebuah daerah wisata?

EG: Menurut saya, surat keterangan sehat bukan menjadi solusi untuk orang Indonesia saat ini, apalagi kalau melihat iklan dijualnya surat sehat di platform media elektronik.

Solusi berbasis teknologi yang sudah ada saat ini mungkin bukan yang terbaik, namun akan lebih akurat dibandingkan dengan surat kesehatan.

Tinggal bagaimana aplikasi tersebut disesuaikan dengan jenis ponsel yang dimiliki seluruh lapisan masyarakat.

Desa wisata

WK: Bagaimana mempersiapkan pelaku industri wisata, terutama untuk pariwisata berbasis masyarakat seperti desa wisata dan atraksi lokal, dengan protokol kesehatan yang baru

EG: Dalam keadaan seperti sekarang ini, pengembangan SDM desa wisata harus tetap menjadi prioritas utama, terutama literasi digital.

Di zaman serba digital seperti sekarang, kita akan ketinggalan bila tidak mengembangkan kapasitas SDM dengan teknologi informasi, tidak terkecuali desa wisata.

Selain itu, perlu adanya pengembangan SDM yang mampu memotivasi inovasi dan kreativitas sehingga menjadi poin yang menarik bagi wisatawan.

Yang ketiga, pengetahuan tentang kesehatan. Walaupun sudah banyak infografis yang beredar, masih sangat perlu disosialisasikan dengan metode yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat atau pelaku industri pariwisata, sehingga pada pelaksanaan post-covid-19, seluruh stakeholders sudah dengan sendirinya, menyadari dan dengan rasa tanggung jawab melaksanakan protokol sebaik mungkin.

Untuk merangkum bagaimana proses persiapan ini, para pelaku industri pariwisata perlu memerhatikan tiga hal ini, kepercayaan konsumen, kesehatan dan kebersihan, dan teknologi.

Sensor Penjaga Jarak Akan Diberlakukan di Museum-museum di Eropa

Lion Air Hentikan Penerbangan Mulai 5 Juni 2020. Calon Penumpang Bisa Mengurus Pengembalian Uang

Apakah Pembatasan Sosial Akan Membunuh Penerbangan Murah?

Eksperimen NHK Menyiratkan New Normal pada Tata Cara Jamuan Prasmanan Pascacovid-19

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved