Ibadah Umrah

450.000 Jemaah Umrah yang Terkatung-katung Dipulangkan oleh Pemerintah Arab Saudi

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memulangkan 450.000 jemaah umrah, yang terkatung-katung karena penutupan perbatasan.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/Ministry of Hajj and Umrah
Inaya Center di Al Baqi, Madinah, untuk melayani jemaah umrah dari seluruh dunia. 

Pemerintah Arab Saudi belum juga membuka pintu bagi jemaah umrah, sejak menutupnya pada Maret lalu.

Bahkan, sebagaimana dilansir Arab News, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi kemudian memulangkan 450.000 jemaah umrah ke negaranya masing-masing, selama akhir pekan bulan Mei lalu.

Para jemaah itu tiba di Arab Saudi sebelum negara tersebut memutuskan menutup perbatasan, termasuk bandar udara, pada 15 Maret 2020 akibat wabah virus corona.

Alhasil orang-orang tersebut tak bisa kembali ke negaranya, sampai akhir Mei ini.

Kebanyakan dari mereka berasal dari Pakistan dan Libya.

Menurut Arab News, 60.000 orang sudah diterbangkan pulang pada libur Idul Fitri kemarin.

Sebelumnya, pada April lalu 1.500 jemaah juga dipulangkan ke negara masing-masing, kali itu oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Dibiayai Pemerintah

Masih menurut Arab News, Kementerian Haji dan Umrah juga membawa jemaah yang terdampar di Madinah ke Mekah, agar mereka bisa melengkapi ibadah umrahnya.

Saat ini Kementerian Haji dan Umrah juga membiaya hidup bagi 2.000 jemaah, selama merekaberada di Arab Saudi.

Penghentian ibadah umrah dan penerbangan internasional masih dihentikan oleh Pemerintah Arab Saudi, sampai pemberitahuan selanjutnya.

Kasus Covid-19 baru

Sementara itu, sebagaimana dilansir Al Arabiya, kasus Covid-19 di kerajaan tersebut naik drastis pada Senin (1/6), setelah ada tambahan 1.881 kasus baru.

Kasus baru tersebut melambungkan jumlah kasus di Arab Saudi sampai hari itu menjadi 87.142 kasus.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal, yang diduga akibat Covid-19, menjadi 525 orang pada Senin kemarin.

Kebanyakan kasus baru itu dilaporkan terjadi di Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi, dengan jumlah 668 kasus.

Kota kedua dengan tambahan kasus infeksi baru terbanyak adalah Jeddah, dengan 298 kasus.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved