Cuti Bersama

Bila Kasus Covid-19 Turun di Bulan Juni, Cuti Bersama Digeser ke Bulan Juli

Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan cuti bersama digeser ke bulan Juli, asal kasus Covid-19 sudah menurun.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram/alexis_official1
Alexis Sanchez saat liburan bersama dua anjingnya, Atom dan Humber. 

WARTA KOTA TRAVEL, JAKARTA -- Mungkin Anda tak perlu menunggu sampai akhir tahun untuk berlibur atau mudik, jika Pemerintah Republik Indonesia  (RI) menggeser cuti bersama ke bulan Juli 2020.

Sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan, Pemerintah masih mengkaji merevisi lagi waktu cuti bersama hari raya Idul Fitri.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (Dok: BPMI Sekretariat Presiden)

Untuk informasi, cuti bersama Idul Fitri ini sebelumnya digeser dari Mei ke Desember 2020, karena pandemi Covid-19 tengah menggila.

Hanya saja, perkembangan situasi menunjukkan pandemi ini bisa dikendalikan, tentu saja dengan syarat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dipatuhi masyarakat.

Karena itulan Pemerintah mempertimbangkan cuti bersama digeser kembali, bila kasus Covid-19 mengalami penurunan pada Juni.

Idul Adha

Bulan Juli dipilih sebab pada akhir bulan tersebut ada libur Idul Adha di tanggal 31 Juli 2020, yang jatuh di hari Jumat.

"Kalau memang Covid-19 sudah turun, sudah tidak lagi mengancam, sangat dimungkinkan untuk memajukan cuti bersama berimpitan dengan Idul Adha. Bisa sebelum atau setelah," kata Muhadjir selepas rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi, Rabu (20/5/2020).

Sebelumnya Pemerintah menggeser waktu cuti bersama ke Desember, agar masyarakat memiliki waktu leluasa untuk mudik.

Hal ini dilakukan setelah Pemerintah mengeluarkan larangan mudik Lebaran 2020, karena dikhawatirkan akan menyebarkan virus corona ke wilayah lain.

Sampai saat ini, cuti bersama masih di akhir tahun yakni pada tanggal 28, 29, 30, dan 31 Desember.

Menurut Muhadjir, Presiden Joko Widodo ingin melihat terlebih dahulu perkembangan kondisi pandemi Covid-19 di Tanah Air, sampai bulan Juni mendatang.

"Presiden beri catatan nanti pada akhir Juni akan diadakan pengkajian ulang," katanya.

22 Mei Bukan Hari Libur

Muhadjir Effendy juga menegaskan bahwa tanggal 22 Mei atau Jumat lusa bukan merupakan hari cuti bersama.

Oleh karena itu, aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai BUMN diimbau untuk bekerja seperti biasa pada "hari kejepit" itu.

Menurut Muhadjir, hal ini sesuai hasil rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

"Tadi rapat yang juga singkat menetapkan tanggal 22 Mei tahun 2020 bukan hari cuti bersama untuk ASN dan pegawai BUMN," kata Muhadjir usai rapat yang digelar via video conference.

Jumat tanggal 22 Mei lusa menjadi hari kejepit karena sehari sebelumnya adalah libur nasional memperingati kenaikan Isa Al-Masih.

Adapun sehari setelahnya adalah hari Sabtu yang merupakan libur. Kemudian dilanjutkan dengan tanggal merah peringatan Idul Fitri pada Minggu dan Senin.

Namun, Muhadjir mengingatkan kepada ASN dan pegawai BUMN agar tak memanfaatkan hari kejepit itu untuk meninggalkan pekerjaan.

"Untuk pegawai-pegawai ASN dan BUMN tetap masuk seperti biasa. Tidak ada cuti, jadi cuti diganti hari yang lain," katanya.

Muhadjir sekali lagi mengingatkan bahwa waktu cuti bersama Idul Fitri sudah digeser ke akhir tahun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Kurva Covid-19 Turun, Cuti Bersama Dimajukan ke Juli".

Tenang, Cuti Bersama Digeser ke Bulan Desember 2020

Wah, Pemerintah Akan Revisi Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020

Kenapa Kepulauan Seribu Harus Jadi Pertimbangan dalam Memilih Destinasi Wisata Pascacovid-19

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved