Pariwisata Kepulauan Seribu

Ini Alasan Kepulauan Seribu Belum Siap Menjadi Bali Baru

Banyak hal yang perlu dibenahi di Kepulauan Seribu, sehingga kawasan ini bisa mendekati Bali sebagai destinasi wisata.

Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Salah satu resort terapung di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, yang mirip seperti di Maladewa (Maldives). 

WARTA KOTA TRAVEL, MAMPANGPRAPATAN -- Bali sudah terkenal sekali di dunia, dan menjadi destinasi impian banyak orang dalam berwisata.

Jumlah kunjungan wisatawan asing maupun wisatawan Nusantara ke Bali sangat tinggi, melebihi destinasi-destinasi wisata di Indonesia lainnya.

Pantai Perawan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu.
Pantai Perawan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. (Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu.)

Padahal banyak tempat lain di Indonesia tak kalah menariknya dari Bali, baik dari segi pemandnagan mau pun budayanya.

Maka tak mengherankan Pemerintah Republik Indonesia ingin daerah-daerah wisata lain di Indonesia juga bisa mencuat namanya, dan mengalami kenaikan jumlah pengunjung.

Program ini lalu sering disebut sebagai "Bali Baru", dengan lima daerah wisata menjadi sasaran utama, dan 10 daerah lainnya menjadi program berikutnya.

Salah satu daerah yang sering disebut dalam program ini adalah Kepulauan Seribu.

Hanya saja, diakui oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, banyak hal yang harus dikerjakan pihaknya agar pulau-pulau di wilayah Ibu Kota ini bisa sekelas Bali.

Pembenahannya dari semua aspek, mulai dari menyiapkan masyarakat setempat sampai promosi.

"Saat ini kepulauan seribu masih lemah dalam segi promosi. Hal ini membuatnya tak begitu populer seperti destinasi wisata lainnya," kata Cucu pada Warta Kota Travel.

Promosi

Cucu mengungkapkan, dalam survei kecil-kecilan yang pernah diadakannya, di mana mereka bertanya kepada 100 orang warga Jakarta mengenai tujuan wisata mereka, hasilnya cukup menyedihkan

Pasalnya sangat sedikit yang memilih Kepulauan Seribu sebagai tujuan wisata mereka.

Bahkan yang membuatnya miris, ada responden yang tidak tahu Kepulauan Seribu ada di mana.

"Dari seratus responden dalam survei, Kepulauan Seribu bahkan tidak masuk 10 besar tujuan wisata mereka. Polling-nya tertinggal jauh dari Puncak Cisarua. Bahkan ada yang tidak tahu Kepulauan Seribu," tambah Cucu, yang pernah menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Kepulauan Seribu.

Promosi dianggap Cucu sangatlah penting untuk mengenalkan Kepulauan Seribu kepada warga Jakarta. Sasarannya memang warga Ibu Kota dulu, sebagai masyarakat yang tinggal paling dekat dengan destinasi tersebut.

Dengan begitu diharapkan masyarakat tidak perlu berwisata jauh-jauh, kerena ada keindahan alam yang tak juah dari rumah dan layak dikunjungi.

Masyarakat setempat belum siap

Selain promosi yang kurang, masyarakat setempat juga belum terlalu siap menerima pengunjung.

Latar belakang penduduk pulau, yang bermata pencaharian sebagai nelayan, masih belum bisa menerima ide baru.

Terutama mengubah pola pikir bahwa pariwisata bisa menjadi alternatif mata pencarian baru.

Memang, lanjut Cucu, ada sebagian yang mulai membuka diri untuk ikut mengembangkan pariwisata di sana, namun belum terlalu siap.

Seperti halnya dalam menjalankan usaha penginapan dan menjual makanan khas setempat, mereka masih kurang paham bagaimana cara menyajikan dengan cara yang menarik bagi wisatawan.

"Hal ini memang sulit. Apalagi mereka masih memeluk adat-istiadat atau zona nyaman mereka di sana. Namun, makin ke sini generasi muda mereka mulai membuka diri dan ikut mengembangkan wisata di sana," lanjut Cucu.

Akses minim

Transportasi yang digunakan untuk menuju ke Kepulauan Seribu saat ini masih tergolong minim.

Kendati dekat dengan Ibu Kota negara, namun untuk menuju ke pulau-pulau tersebut masih dianggap kurang praktis.

Hal ini membuat masyarakat Jakarta enggan untuk ke sana. Untuk itu diwacanakan perbaikan di sektor transportasi di Kepulauan Seribu.

Selain memudahkan pengunjung datang ke sana, juga membuat wisatawan bisa berkunjung ke beberapa pulau saat mereka sedan di sana.

"Ide untuk mengadakan transportasi yang dapat mengantarkan para wisatawan sedang kami garap. Rencana transportasi tersebut seperti Transjakarta, yang bisa mengantarkan para wisatawan menjelajahi Kepulauan Seribu dengan mudah. Untuk itu masih banyak yang perlu dibenahi, " tandas Cucu.

Kenapa Kepulauan Seribu Harus Jadi Pertimbangan dalam Memilih Destinasi Wisata Pascacovid-19

VIDEO: Pemprov DKI Targetkan 30 Juta Penduduk Jabodetabek Jadi Turis ke Ibu Kota

Tren Pariwisata Akan Berubah Setelah Pandemi Covid-19 Berakhir

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved