Pasca Covid 19

Kenapa Kepulauan Seribu Harus Jadi Pertimbangan dalam Memilih Destinasi Wisata Pascacovid-19

Setelah pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir, dan PSBB dicabut, ada baiknya mempertimbangkan Kepulauan Seribu sebagai lokasi berlibur.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu
Keindahan Pulau Tidung di Kepulauan Seribu, tampak dari udara. 

Berlibur adalah kegiatan yang paling dinantikan oleh masyarakat, apalagi setelah sebulan lebih tak boleh keluar rumah seperti sekarang ini.

Hanya saja, di tengah pandemi Covid-19 ini berwisata seperti sebuah mimpi, yang entah kapan terwujud.

Jika pandemi sudah mereda, dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah dicabut, destinasi mana yang harus dituju warga Jakarta?

Ayer Floating Resort, sebuah resor cantik khas Maldives di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu.
Ayer Floating Resort, sebuah resor cantik khas Maldives di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu. (Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu.)

Bagaimana jika ke Kepulauan Seribu? Alasannya, lokasinya tak jauh.

Tak perlu ke luar kota jika berkunjung ke Kepulauan Seribu, sebab tempat ini masih berada di DKI Jakarta. Hanya keluar daratan saja.

Lalu apa saja sih pesona dari destinasi wisata ini sehingga harus datang ke sana?

"Pulau-pulau Kepulauan Seribu yang dibuka untuk wisata terbagi menjadi dua jenis. Ada pulau berpenduduk dan pulau yang dikelola oleh swasta sebagai resor wisata," kata Cucu Ahmad Kurnia, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta pada Selasa (5/5)

Setiap jenis memiliki kekhasan masing-masing, dan sama-sama memberikan pengalaman berlibur yang menyenangkan.

Cucu Ahmad Kurnia, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta, di kantornya pada Selasa (5/5/2020)
Cucu Ahmad Kurnia, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta, di kantornya pada Selasa (5/5/2020) (Warta Kota/Janlika Putri)

Pulau penduduk

Definisi: Sesuai sebutannya, pulau penduduk adalah pulau-pulau yang berpenghuni.

Pulau-pulau ini antara lain Pulau Untungjawa, Pulau Pramuka, Pulau Pari, dan Pulau Tidung.

Dengan kata lain wisatawan menginap di permukiman penduduk, berbaur dengan warga setempat.

Akomodasi: Tempat penginapannya adalah rumah warga yang difungsikan sebagai guesthouse.

Fasilitasnya, kata Cucu Ahmad Kurnia, tentu saja tidak seperti hotel, namun sudah memadai.

"Misalnya WC-nya masih jongkok, sehingga menjadi masalah untuk wisatawan kelas atas," katanya.

Sekarang guesthouse milik masyarakat di Kepulauan Seribu sudah bisa dipesan lewat aplikasi biro perjalanan daring.

Jenis wisatawan: Karena itu, biasanya wisatawan yang berkunjung ke pulau penduduk adalah kategori backpacker, yang disebut Cucu berjiwa petualang dan tidak peduli dengan fasilitas.

Akses: Pulau penduduk lebih mudah dicapai karena ada kapal reguler dari Pelabuhan Kali Adem.

Selain itu, pengunjung juga bisa menggunakan kapal nelayan dari Pelabuhan Muara Angke.

Tarif tiket kapal menuju Kepulauan Seribu.
Tarif tiket kapal menuju Kepulauan Seribu. (Instagram/dishubdkijakarta)

Kuliner: Karena tinggal di perkampungan warga, maka soal makan tidak masalah karena wisatawan bisa makan di warung sekitar tempat penginapannya.

Ada pula guesthouse yang memberikan paket kamar dan makan tiga kali sehari, sehingga pengunjung tinggal santai-santai.

Jenis makanan yang disajikan adalah makanan rumahan, dengan lauk yang sudah pasti penganan dari ikan.

Atraksi: Berlibur ke pulau sudah pasti atraksinya adalah pantai dan laut.

- Snorkeling: Jika piawai berenang dan berani, bisa pula melakukan snorkeling di beberapa titik sekitar pulau.

Alat-alat snorkeling, seperti masker, snorkel, dan fin bisa menyewa dari masyarakat setempat.

Namun, jika tak ingin menggunakan snorkel yang mouthpiece-nya sudah masuk ke banyak mulut, ya lebih baik bawa sendiri dari rumah.

Pencinta pantai dan laut memang seharusnya memiliki masker dan snorkel pribadi, yang siap dibawa setiap berlibur.

- Foto-foto: Untuk yang tidak bisa berenang, atau takut berenang di laut, bisa bermain di pantai dan celup-celup kaki di tepi pantai.

Kegiatan lainnya adalah foto-foto, karena pulau-pulau di Kepulauan Seribu sudah memiliki spot-spot foto yang menarik alias instagramable.

Di Pulau Tidung, misalnya, ada spot foto yang disebut Jembatan Cinta, dan menjadi ikon pulau tersebut.

Spot wisata baru berupa ayunan di dekat Jembatan Cinta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu.
Spot wisata baru berupa ayunan di dekat Jembatan Cinta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Oleh-oleh: Pulau-pulau yang sudah menjadi desa wisata pasti memiliki toko cendera mata. bentuknya kebanyakan penganan dari hasil bumi setempat, seperti keripik sukun atau dodol rumput laut.

Namun ada pula benda-benda kerajinan karya warga setempat.

Biaya: Berakhir pekan di pulau penduduk tak makan banyak biaya, dengan ancar-ancar satu pengunjung mengeluarkan uang tak sampai Rp 500.000.

Angka itu biaya untuk satu orang jika berkunjung bersama teman, karena biaya penginapan ditanggung bersama.

Pulau resor

Definisi: pulau ini milik perorangan atau perusahaa, sehingga tak ada penduduk yag berprofesi sebagai nelayan.

Kebanyakan pemilik pulau di Kepulauan Seribu membisniskan pulaunya sebagai resor wisata. Karena itu pulau-pulau tersebut umum disebut sebagai pulau resor.

Pulau-pulau resor itu antara lain Pualau Bidadari, Pulau Macan, Pulau Ayer, Pulau Pelangi, dan Pulau Sepa.

Akomodasi: Penginapan di pulau ini dikelola secara profesional, dan masing-masing pulau memiliki gaya dan temanya sendiri.

"Resor di Pulau Macan itu mengusung ecotourism sehingga bangunan dan operasionalnya sangat ramah lingkungan. Bangunannya menggunakan bahan-bahan bekas dan kamar-kamarnya tidak pakai AC," kata Cucu.

Macan Resort, resor cantik di Pulau Macan, Kepulauan Seribu.
Macan Resort, resor cantik di Pulau Macan, Kepulauan Seribu. (Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu.)

Sementara pemilik Pulau Pelangi, tambah Cucu, mengincar pasar keluarga, sehingga hotel dan atraksi di sana dibuat senyaman mungkin bagi keluarga.

Jenis wisatawan: Dengan fasilitas dan layanan standar hotel berbintang maka tak mengherankan jika tarif per malamnya lebih tinggi dari tarif guesthouse.

Karena itu bisa ditebak bahwa tamu pulau resor adalah kelas menengah ke atas. Mereka ada yang datang sendiri, ada pula yang bersama keluarga. Tergantung dari tema resornya.

Akses: Kebanyakan tamu pulau resor, kata Cucu, berangkat dari dermaga Marina Ancol Taman Impian.

"Cuma hanya ada satu keberangkatan per hari, sehingga kalau tertinggal tidak ada kapal berikutnya," ujar Cucu.

Sementara kapal-kapal dari Pelabuhan Kali Adem tidak mampir ke pulau-pulau resor tersebut, karena selama ini tak ada penumpang yang menuju ke sana.

Jadwal keberangkatan kapal ke Kepulauan Seribu di Pelabuhan Kali Adem, Muaraangke, Jakarta utara.
Jadwal keberangkatan kapal ke Kepulauan Seribu di Pelabuhan Kali Adem, Muaraangke, Jakarta utara. (Instagaram/dishubdkijakarta)

Kuliner: Paket menginap di pulau resor sudah pasti termasuk hidangan makan tiga kali sehari serta camilan, mengingat tak ada warung milik warga setempat.

Jenis masakannya tergantung dari tema masing-masing hotel.

Para tamu tentu saja boleh membawa penaganan kegemaran mereka sendiri.

Atraksi: Selain berenang dan main pasir di pantai, atraksi di pulau resor juga tergantung dari gaya resor tersebut.

Resor Pulau Macan misalnya, dengan tema eco village alias suasana desa yang ramah lingkungan, maka yang mereka tawarkan adalah keheningan dan kedamaian ala pedesaan.

Jangan salah, banyak orang kota yang mencari kedamaian dan keheningan itu sehingga Pulau Macan tak pernah sepi dari tamu.

Sementara, Pulau Bidadari, Pulau Pelangi dan Pulau Pantara menawarkan tempat berlibur bagi keluarga, sehingga banyak pula permainan yang bisa dilakukan seluruh anggota keluarga.

Ayer Floating Resort, sebuah resor cantik khas Maldives di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu.
Ayer Floating Resort, sebuah resor cantik khas Maldives di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu. (Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu.)

- Snorkeling: kegiatan ini sudah pasti ditawarkan pengelola resor kepada para tamunya.

Bahkan, kata Cucu, resor-resor ini juga berinvestasi menumbuhkan terumbu karang, yang nantinya bisa menjadi spot diving.

"Mereka membuat rumpon dan menanam bibit terumbu karang. Mungkin hasilnya baru bisa dilihat 5 sampai 10 tahun lagi. Di sekitar tempat penanaman kapal-kapal tidak boleh membuang sauh. Mereka diapkan buoy untuk menambatkan kapal," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini.

Oleh-oleh: Setiap resor pasti memiliki toko souvenir yang menjual merchandise resor tersebut.

Biaya: Menginap di pulau resor sudah pasti biayanya lebih tinggi dari pulau penduduk, dan sudah pasti mencapai jutaan rupiah.

Pulau Bidadari adalah pulau resor yang paling murah secara biaya, mengingat lokasinya paling dekat dengan daratan.

Sementara pulau resor yang letaknya lebih jauh, rata-rata dimulai di angka Rp 2,3 juta per orang per malam.

Harga tersebut untuk biaya akomodasi dan konsumsi selama di pulau.

Ada resor yang memasukkan biaya transportasi pergi-pulang dari daratan serta pajak dalam harga yang ditawarkan.

Namun ada pula yang tak mengikut sertakan komponen transportasi di harganya. Karena itu calon tamu harus cermat saat memperlajari harga yang ditawarkan.

Nah, itulah gambaran singkat tentang berwisata di Kepulauan Seribu. Anda bisa memasukkan destinasi wisata ini, dalam pertimbangan saat memilih tempat berlibur ketika pandemi Covid-19 berakhir.

KM Trans1000 Siap Bawa Pelancong ke Kepulauan Seribu

Ada 8 Ikon Baru yang Instagramable Pariwisata Kepulauan Seribu, Nuansa Bali di Jakarta

Tren Pariwisata Akan Berubah Setelah Pandemi Covid-19 Berakhir

Sumber: Warta Kota

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved