Dampak Wabah Covid 19

Kacamata Proyek Jadi Atribut Pramugari Air Asia Malaysia Saat Bertugas

Air Asia Malaysia menerapkan protokol kesehatan yang komprehensif, saat kembali beroperasi pada 29 April 2020.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram/airasia
Air Asia Malaysia beroperasi kembali pada 29 April 2020, setelah 32 hari tak mengudara akibat pandemi Covid-19. 

AirAsia chief safety officer, Captain Ling Liong Tien, kepada The Star menjelaskan bahwa mereka melakukan tindakan antisipasi, demi keselamatan penerbangan.

Petugas konter check-in Air Asia Malaysia mengenakan kedok plastik saat bertugas, untuk mencegah penularan virus penyakit.
Petugas konter check-in Air Asia Malaysia mengenakan kedok plastik saat bertugas, untuk mencegah penularan virus penyakit. (Instagram/airasia)

Dimensi berkurang

Pada tanggal 29 April itu, Air Asia menerbangkan 151 orang dari Kuala Lumpur ke Miri, kota di wilayah Sarawak yang berada di utara Kalimantan Tengah, Indonesia.

Mereka menyebut penerbangan tersebut sebagai penerbangan repatriasi, karena memuangkan warga asal Malaysia Timur ke kampung halamannya.

Bukan hanya para kru yang mengenakan alat pelindung diri (APD), Air Asia juga meminta para penumpang membawa APD mereka sendiri. Setidaknya masker. Penumpang tanpa masker tak diperbolehkan naik ke pesawat.

Aturan baru lainnya, berat bagasi kabin tak boleh melebihi 5 kilogram (kg). Berarti berkurang 2 kg dari aturan masa normal.

Alasan Air Asia, mereka berusaha bagasi kabin milik penumpang tak bersentuhan satu sama lain, untuk mengurangi risiko penularan virus.

Karena itu mereka mengurangi dimensi tas yang boleh dibawa ke kabin, menjadi 40 cm x 30 cm x 10 cm. Karena ukuran tas berkurang, otomatis beratnya juga berkurang.

Penumpang juga hanya diperbolehkan membawa satu barang sebagai bagasi kabin.

Berulang-ulang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved