Dampak Wabah Covid 19

Air Asia Indonesia Dijadwalkan Beroperasi Kembali pada 7 Mei 2020

Air Asia Indonesia dijadwalkan akan beroperasi kembali pada 7 Mei 2020. Namun belum diumumkan rute yang sudah dibuka kembali

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram/airasia
Air Asia Malaysia beroperasi kembali pada 29 April 2020, setelah 32 hari tak mengudara akibat pandemi Covid-19. 

Peswat-pesawat Air Asia akan kembali mengudara pada bulan Mei ini, setelah lebih dari sebulan berhenti beroperasi.

Demikian diumumkan pihak manajemen Air Asia, dalam siaran pers pada awal bulan Mei ini.

Sebagaimana dilansir laman Business Traveller, Air Asia Indonesia termasuk yang akan kembali beroperasi pada pekan ini. Mereka dijadwalkan terbang pada Kamis (7/5) besok.

Sementara Air Asia Thailand sudah terbang pada 1 Mei kemarin, dan Air Asia India pada 4 Mei 2020.

Air Asia Filipina baru akan mengudara kembali pada 16 Mei 2020.

Rute yang dibuka

Meski sudah menetapkan tanggal, namun pihak Air Asia belum mengumumkan secara detail rute-rute yang akan mereka terbangi.

"Rute yang dibuka kembali adalah rute domestik yang benar-benar dibutuhkan. Setelah itu secara perlahan-lahan rute-rute lainnya akan dibuka kembali, termasuk rute internasional. Namun penerbangan internasional ini tergantung dari perkembangan situasi, yakni ketika larangan bepergian sudah dicabut oleh pemerintah setempat, dan perbatasan sudha dibuka kembali," bunyi pernyataan dalam siaran pers Air Asia.

Pihak maskapai yang didirikan Tony Fernandes juga menyatakan sudah membuka kembali pemesanan tiket di situs airasia.com.

Penumpang yang mendapat kredit poin, sebagai pengganti tiket penerbangan yang dibatalkan, bisa menggunakan poin tersbeut untuk memesan tiket baru.

Wajib masker

Dalam siaran pers tersbeut, pihak Air Asia mengingatkan para calon penumpang bahw amereka memberlakukan aturan baru dalam penerbangan di awal bulan ini. Alasannya, wabah virus corona belum benar-benar berakhir, sehingga mereka harus melakukan tindakan antisipasi.

Karena itu, para penumpang wajib membawa masker sendiri karena pihak maskapai tak menyediakannya. Penumpang tanpa masker tak akan diperbolehkan naik ke pesawat.

Masker itu harus dikenakan begitu calon penumpang tiba di bandara, selama penerbangan, dan sampai meninggalkan bandara di kota tujuan.

Aturan lainnya tentang bagasi kabin, yakni penumpang hanya diperbolehkan membawa satu tas ke kabin.

Tas tersebut tak boleh melebih ukuran 40 cm x 30 cm x 10 cm. Beratnya pun tak boleh melebih 5 kilogram (kg).

Dasar pertimbangan mereka, agar bawaan penumpang tak bersenggolan dengan bawaan penumpang lainnya.

Kemudian pihak maskapai akan menerapkan pembatasan sosial, mulai dari saat penumpang check-in, di ruang tunggu, dan selama penerbangan.

Penumpang juga akan mengalami pemeriksaan suhu tubuh berulang-ulang, yang akan membuat proses pemuatan penumpang menjadi lama.

Karena itu calon penumpang diminta datang ke bandara 3 jam sebelum keberangkatan.

Halaman selanjutnya

Standar rumah sakit

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved