Dampak Wabah Covid 19

Kemenparekraf Pastikan Pekerja Pariwisata Masuk Program Perlindungan Ketenagakerjaan

Kemenparekraf Wishnutama memastikan semua pekerja sektor pariwisata prioritas masuk program perlindungan ketenagakerjaan.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram/prakerja.go.id
Siapa saja yang bisa mendapat Kartu Prakerja? 

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memastikan bahwa para pekerja di bidang pariwisata bisa menjadi prioritas dalam memperoleh program-program perlindungan ketenagakerjaan.

Sebagaimana dilansir siaran pers Kemenparekraf, hal itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/5/2020).

“Dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi terkait ketenagakerjaan, telah dilaporkan bahwa sektor yang utamanya terdampak Covid-19 adalah pariwisata, restoran, sarana umum, transportasi, dan ritel. Dampaknya itu lebih dari 40 persen. Bahkan restoran dan pariwisata itu sekitar 70 persen,” kata Wishnutama.

Melihat dari daerah yang paling terdampak, menurut Wishnutama adalah Bali, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Utara.

Jakarta juga termasuk yang industri wisatanya lumpuh, akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Lebih 1 juta

Pandemi Covid-19 ini menyebabkan 1 juta lebih tenaga kerja dirumahkan, termasuk sumber daya manusia (SDM) pariwisata.

Jumlah masyarakat yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 375.000. Alhasil jumlah total pekerja yang dirumahkan mencapai 1,4 juta orang.

Kemudian pekerja informal yang tak bisa bekerja sebanyak 314.833 orang, sehingga jumlah totalnya naik lagi menjadi 1,7 juta.

Oleh karena itu, Wishnutama memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), agar para pekerja pariwisata menjadi prioritas dalam mendapatkan bantuan dari program pemerintah, termasuk kartu prakerja.

“Melalui koordinasi dan sinergi antar K/L, nantinya pekerja yang di-PHK dan dirumahkan ini akan dimasukkan ke Program Kartu Prakerja secara bertahap, dalam masa 4-5 minggu ke depan,” katanya.

6 Langkah

Sebelumnya, Pemerintah telah menerapkan enam langkah mitigasi dampak Covid-19 bagi tenaga kerja, termasuk mereka yang bergerak di sektor pariwisata.

Langkah pertama ialah mencegah meluasnya PHK, dan memastikan program stimulus ekonomi yang sudah diputuskan segera dilaksanakan.

Langkah kedua, untuk pekerja di sektor formal yang jumlahnya sekitar 56 juta orang, masuk skema program yang meringankan beban mereka, termasuk insentif pajak dan relaksasi iuran BPJS.

Langkah yang ketiga, pekerja di sektor informal dimasukkan dalam program jaring pengaman sosial.

Langkah keempat adalah, pekerja yang dirumahkan atau korban PHK diprioritaskan untuk mendapatkan kartu prakerja.

Langkah yang kelima kementerian dan lembaga memperbanyak program padat karya tunai, sehingga terjadi penyerapan tenaga kerja yang lebih besar.

Dan langkah keenam berupa pemberian perlindungan kepada para pekerja migran, baik yang sudah kembali ke Tanah Air maupun yang masih berada di luar negeri. (*)

Lion Berlakukan Pembatasan Fisik di Dalam Pesawat

Pemerintah Sisilia Akan Subsidi Wisatawan yang Datang di Musim Gugur 2020

Ini Dokumen yang Harus Dibawa Wakil Penumpang Saat Mengurus Pengembalian Uang Pembelian Tiket KA

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved