Turkish Airlines Jemput Warga Turki di Luar Negeri, Agar Bisa Menjalani Ramadan Bersama Keluarga

Turkish Airlines melakukan operasi reaptriasi, agar warga Turkis di luar negeri bisa pulang untuk menjalani Ramadan di rumah.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram/turkishairlines
Ilustrasi maskapai penerbangan Turkish Airlines. 

Sebagian besar pesawat akan diarahkan ke Jerman, karena diaspora Turki di negara tersebut paling banyak. Untuk informasi, pada tahun 1960-1970-an terjadi migrasi besar-besaran warga Turki ke Jerman.

Pihak maskapai ini memperkirakan, 3.269 warga Turki di Jerman akan memanfaatkan penerbangan repatriasi ini.

Negara lain yang juga memiliki banyak diaspora Turki adalah Saudi Arabia. Mereka memprediksi 2.201 orang Turki di negara tersebut akan pulang menjelang Ramadan tahun ini.

Penerbangan repatriasi ini juga diarahkan ke Amerika Serikat dan Inggris, dan diperkirakan akan membawa 1.631 orang dari AS dan 1.559 orang dari Inggris kembali ke Turki.

Dalam rilis pers itu pula, Turkish Airlines menyatakan memperpanjang penangguhan penerbangan internasional sampai 20 Mei 2020.

Surat jalan

Sementara itu, warga negara asing di Turki yang ingin kembali ke negaranya juga bisa menumpang penerbangan repatriasi ini.

Namun pihak Turkish Airlines mengingatkan calon penumpang dari Turki ini, soal lockdown yang akan berlaku pada 23-27 April 2020, di 31 provinsi.

Calon penumpang yang menetap di luar Istanbul harus memiliki surat izin bepergian domestik, yang dikeluarkan otoritas di kota asalnya. Surat jalan ini haris ditunjukkan di setiap pos-pos pemeriksaan sampai Istanbul, sehingga harus dibawa setiap saat.

Calon penumpang dari luar kota ini disarankan tiba di Istanbul sehari sebelum keberangkatan, demi kelancaran penerbangan mereka.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved