Turkish Airlines Jemput Warga Turki di Luar Negeri, Agar Bisa Menjalani Ramadan Bersama Keluarga

Turkish Airlines melakukan operasi reaptriasi, agar warga Turkis di luar negeri bisa pulang untuk menjalani Ramadan di rumah.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram/turkishairlines
Ilustrasi maskapai penerbangan Turkish Airlines. 

Menjalani bulan Ramadan paling enak jika didampingi keluarga dan kerabat tercinta.

Dengan alasan itulah pada pekan ini Turkish Airlines mengerahkan sekitar 200 armada pesawatnya, untuk menjemput warga Turki dari penjuru dunia, agar bisa menjalani Ramadan bersama keluarga dan kerabat di rumah. Demikian diwartakan oleh laman Simple Flying.

Nmaun bukan cuma itu, dalam siaran pers di situs turkishairlines.com, maskapai penerbangan milik Pemerintah Turkey ini juga akan memulangkan warga asing yang tinggal di Turki, sebelum pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dimulai di negara tersebut.

Menurut Simple Flying, yang mengutip dari kantor berita Anadolu News Agency, selama sembilan hari, mulai 19 sampai 28 April, Turkish Airlines menggelar operasi pemulangan warga Turki yang tersebar di seluruh dunia.

Mereka memperkirakan ada sekitar 25.000 warga Turki yang tersebar di 59 negara. Mereka dianggap tak bisa pulang karena sejumlah negara menutup perbatasannya, berkaitan dengan wabah virus corona.

Kewajiban

"Ribuan warga kita yang berada di luar negeri sebagai turis, mahasiswa, atau pekerja temporer ingin berkumpul bersama keluarga di Bulan Suci Ramadan. Kewajiban kami memulangkan mereka," bunyi pernyataan pihak Turkish Airlines yang dirilis pada Senin (20/4).

Untuk operasi ini, maskapai yang berkedudukan di Istanbul itu mengerahkan 100 pesawat terbangnya dalam operasi berdurasi 9 hari tersebut.

"Dengan persatuan dan solidaritas, kami akan menggelar operasi yang baik ini," kata Ilker Ayci, Ketua Dewan Komisaris Turkish Airlines dalam rilis pers itu.

Jerman

Sebagian besar pesawat akan diarahkan ke Jerman, karena diaspora Turki di negara tersebut paling banyak. Untuk informasi, pada tahun 1960-1970-an terjadi migrasi besar-besaran warga Turki ke Jerman.

Pihak maskapai ini memperkirakan, 3.269 warga Turki di Jerman akan memanfaatkan penerbangan repatriasi ini.

Negara lain yang juga memiliki banyak diaspora Turki adalah Saudi Arabia. Mereka memprediksi 2.201 orang Turki di negara tersebut akan pulang menjelang Ramadan tahun ini.

Penerbangan repatriasi ini juga diarahkan ke Amerika Serikat dan Inggris, dan diperkirakan akan membawa 1.631 orang dari AS dan 1.559 orang dari Inggris kembali ke Turki.

Dalam rilis pers itu pula, Turkish Airlines menyatakan memperpanjang penangguhan penerbangan internasional sampai 20 Mei 2020.

Surat jalan

Sementara itu, warga negara asing di Turki yang ingin kembali ke negaranya juga bisa menumpang penerbangan repatriasi ini.

Namun pihak Turkish Airlines mengingatkan calon penumpang dari Turki ini, soal lockdown yang akan berlaku pada 23-27 April 2020, di 31 provinsi.

Calon penumpang yang menetap di luar Istanbul harus memiliki surat izin bepergian domestik, yang dikeluarkan otoritas di kota asalnya. Surat jalan ini haris ditunjukkan di setiap pos-pos pemeriksaan sampai Istanbul, sehingga harus dibawa setiap saat.

Calon penumpang dari luar kota ini disarankan tiba di Istanbul sehari sebelum keberangkatan, demi kelancaran penerbangan mereka.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved