Pasca Covid 19

Apakah Pembatasan Sosial Akan Membunuh Penerbangan Murah?

Penerbangan berbiaya rendah dikhawatirkan akan hilang, jika pembatasan sosial terus diberlakukan setelah pandemi Covid-19 berakhir.

Apakah Pembatasan Sosial Akan Membunuh Penerbangan Murah?
Warta Kota/AC Pingkan
Smile Thai, anak perusahaan Thai Airways untuk pasar penerbangan berbiaya rendah di kawasan Asia Tenggara. 

Selama ini, kenaikan tarif pesawat ternyata berimbas kepada turunnya jumlah kunjungan wisatawan. Hal ini akan mempengaruhi okupansi hotel di destinasi wisata.

Namun De Juniac juga memiliki skenario lain, yakni pengusaha LCC tetap akan beroperasi seperti sebelum pandemi. Artinya tak ada kursi yang dikurangi, dan tetap mengangkut penumpang seperti biasanya.

Penumpang berubah

Yang berubah, katanya, justru adalah konsumen yang menjadi penuh pertimbangan dalam memilih penerbangan.

Perubahan sikap ini kemudian memunculkan komponen biaya baru dalam penjualan tiket penerbangan.

Perusahaan tetap menjual dengan harga penerbangan biasa, tapi memberikan opsi penumpang bisa juga membeli kursi kosong di sebelahnya, supaya ada jarak dengan penumpang lain. Dua kursi kosong itu akan dijual dengan harga yang menarik.

Sejauh ini, menurut Simple Flying, baru Easy Jet, maskpai LCC di Eropa, yang menyatakan akan menghilangkan kursi tengah.

Namun ide ini ditolak oleh pihak Ryan Air, juga maskapai LCC di Eropa. Menurut mereka, menghilangkan kursi di tengah adalah percuma, karena jarak yang dihasilkan tak sampai 2 meter.

Apakah Pembatasan Sosial Akan Berlanjut di Sektor Transportasi Pasca Pandemi Covid-19?

5 Strategi Ini Diyakini Bisa Menyelamatkan Sektor Perhotelan dari Krisis Covid-19

Kemenparekraf Persiapkan Industri Pariwisata Menghadapi Momentum Kebangkitan Pada 2021

Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved