Pasca Covid 19

Apakah Pembatasan Sosial Akan Membunuh Penerbangan Murah?

Penerbangan berbiaya rendah dikhawatirkan akan hilang, jika pembatasan sosial terus diberlakukan setelah pandemi Covid-19 berakhir.

Apakah Pembatasan Sosial Akan Membunuh Penerbangan Murah?
Warta Kota/AC Pingkan
Smile Thai, anak perusahaan Thai Airways untuk pasar penerbangan berbiaya rendah di kawasan Asia Tenggara. 

Dalam masa 15 tahun terakhir ini semakin banyak orang yang bepergian menggunakan pesawat terbang, berkat kehadiran penerbangan berbiaya rendah, alias low cost carrier (LCC).

Sayangnya, masa penerbangan murah ini dikahawatirkan akan berakhir pasca pandemi Covid-19.

Demikian diprediksi Alexandre de Juniac, Director General of the International Air Transport Association (IATA).

Sebagaimana dilansir Simple Flying, pendapat itu diutarakannya dalam rapat terbatas pada Selasa (21/4).

Sepertiga

Menurut De Juniac, pembatasan sosial masih akan terus diberlakukan oleh sejumlah negara, meski wabah akibat virus corona sudah usai.

Dampaknya bagi maskapai penerbangan adalah, mereka harus menjarangkan jarak antarkursi di dalam pesawat. Akibatnya kapasitas angkut penumpang turun.

Ilustrasi kursi pesawat.
Ilustrasi kursi pesawat. (pexels.com)

Padahal perusahaan ingin memperoleh profit, sehingga upaya yang dilakukan adalah menaikkan harga jual penerbangan.

Skenario yang dibayangkan De Juniac seperti ini, maskapai akan menghilangkan kursi di tengah untuk memberi jarak.

Ambil contoh pesawat berdaya jelajah medium seperti Boeing 737 atau Airbus A320, yang selama ini memiliki konfigurasi tempat duduk 3-3.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved