Larangan Mudik

Terminal Bus Masih Tunggu Instruksi Pemprov, Terkait Larangan Mudik

Kepala terminal bus di Jakarta masih menunggu instruksi Gubernur DKI Jakarta, terkait keputusan larangan mudik yang diambil Pemerintah Pusat

Terminal Bus Masih Tunggu Instruksi Pemprov, Terkait Larangan Mudik
Warta Kota/Nur Ichsan
Suasana di Terminal AKAP Kalideres, Jakarta Barat, masih dijumpai warga ibukota yang hendak pulang mudik ke kampung halamannya di sejumlah kota di Jawa dan Sumatera, Selasa (21/4/2020). 

WARTA KOTA TRAVEL, PULOGADUNG -- Masih tampak kegiatan mudik di beberapa terminal bus antarkota di Jakarta, pada Selasa (21/4/2020).

Maklum, hari ini memang belum berlaku larangan mudik, yang sudah diutuskan Pemerintah Republik Indonesia pada Selasa siang.

Suasana di Terminal AKAP Kalideres, Jakarta Barat, masih dijumpai warga ibukota yang hendak pulang mudik ke kampung halamannya di sejumlah kota di Jawa dan Sumatera, Selasa (21/4/2020).
Suasana di Terminal AKAP Kalideres, Jakarta Barat, masih dijumpai warga ibukota yang hendak pulang mudik ke kampung halamannya di sejumlah kota di Jawa dan Sumatera, Selasa (21/4/2020). (Warta Kota/Nur Ichsan)

Pemberlakukan larangan mudik akan mulai pada Jumat (24/4/2020), sesuai yang diputuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam rapat terbatas antisipasi mudik 2020 .

Tunggu instruksi pemprov

Kepala UPT Terminal Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muslim, mengatakan kegiatan operasional seluruh terminal di Jakarta masih berjalan normal. Pasalnya belum ada aturan dari Pemprov DKI Jakarta, terkait larangan mudik itu.

"Belum ada instruksi resmi. Saat ini masih sebatas imbauan atau sosialisasi agar warga jangan mudik," kata Muslim saat dikonfirmasi di Pulogadung, Jakarta Timur.

Protokol pencegahan Covid-19

Selain imbauan, Dinas Perhubungan DKI, selaku pengelola terminal di Jakarta, telah menerapkan protokol pencegahan wabah Covid-19 ,selama PSBB di Jakarta.

Bentuknya adalah pembatasan jam operasional menjadi pukul 06.00-18.00 . Calon penumpang wajib mengenakan masker, menurunkan kapasitas penumpang menjadi 50 persen, dan menerapkan physical distancing dalam bus.

"Ini sesuai PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di Provinsi DKI Jakarta," ujarnya.

Kepala Terminal Pulogebang, Bernard Pasaribu, menuturkan suasana di area keberangkatan masih normal meski jumlah penumpang anjlok.

Mayoritas perusahaan otobus (PO) di Terminal Pulogebang  sudah tutup, bahkan sebelum PSBB di Jakarta berlaku tanggal 10 April 2020 lalu.

"Pak Presiden sudah menginstruksikan larangan mudik, jadi kami menunggu instruksi lebih lanjut dari Pak Gubernur," tandas Bernard. (Rangga Baskoro)

PO Bus Ingin Dapat Keringanan Cicilan Juga Seperti Ojol

Terkait Larangan Mudik, Polisi Akan Lakukan Penyekatan dan Pengalihan di 3 Titik Jalan Tol

PT KAI Masih Pelajari Berbagai Skenario Terkait Larangan Mudik

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved