Larangan Mudik

Terkait Larangan Mudik, Polisi Akan Lakukan Penyekatan dan Pengalihan di 3 Titik Jalan Tol

Polisi akan melakukan penyekatan dan pengalihan di jalan tol dan jalan arteri, untuk mencegah warga Jakarta yang akan mudik.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Budi S Malau
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Herman RSH. 

WARTA KOTA TRAVEL, SEMANGGI - Polisi akan menghalau kendaraan dari Jakarta yang mengarah ke luar kota, mulai Jumat (24/4).

Tindakan ini berkaitan dengan keputusan Pemerintah telah yang melarang kegiatan mudik Lebaran, akibat pandemi Covid-19. Keputusan tersebut akan mulai berlaku pada 24 April 2020.

Pintu masuk jalan tol layang Jakarta - Cikampek terletak di lajur paling kiri, setelah jalan masuk dari Tol JORR Timur.
Pintu masuk jalan tol layang Jakarta - Cikampek terletak di lajur paling kiri, setelah jalan masuk dari Tol JORR Timur. (Warta Kota/ Angga Bhagya Nugraha)

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memastikan bahwa mereka akan melakukan penyekatan dan pengalihan arus kendaraan di sejumlah titik ruas jalan, termasuk di jalan tol.

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Herman RSH, menjelaskan ada 3 titik pengalihan dan penyekatan di jalan tol di wilayah Jakarta, terkait larangan mudik ini.

"Yakni di Tol Jagorawi, tepatnya di Gerbang Tol Cimanggis, lalu di Gerbang Tol Cikampek, dan di Gerbang Tol Bitung," kata Herman saat dihubungi Warta Kota, Selasa (21/4/2020) malam.

Dia mengatakan semua kendaraan roda empat, kecuali angkutan barang dan logistik,  yang diduga akan mudik, akan diminta untuk putar balik.

"Kami akan sosialiasikan dulu ke masyarakat sejak Rabu besok, sebelum ini diterapkan mulai Jumat 24 April 2020," katanya.

Herman menjelaskan, pengalihan dan penyekatan juga dilakukan di Jalan Tol Elevated tepatnya, di KM 10. "Tol elevated akan ditutup dari arah jakarta di KM 10," katanya.

21 titik

Penyekatan dan pengalihan ini merupakan bahian dari Operasi Ketupat Covid-19, yang dimulai pada tanggal 24 April 2020 sampai dengan H+7 setelah Lebaran.

"Pelarangan mudik bagi angkutan penumpang baik pribadi maupun umum, sepeda motor baik berkendara sendiri maupun berboncengan," kata Herman.

Sementara, lanjutnya, pergerakan manusia antardaerah di dalam wilayah Jadetabek masih diperbolehkan.

"Ditlantas Polda Metro Jaya menempatkan 21 lokasi Pos Pam untuk ini," katanya.

"Setiap kendaraan bermotor yang melintas Pos Pam akan dilakukan pengecekan oleh Petugas," tambahnya.

Dari semua itu kata Herman, mobilitas angkutan barang terutama logistik tetap diperbolehkan. "Pengecualian pengalihan pada mobil angkutan barang terutama logistik," katanya.

Bukan penutupan

Sebelumnya Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, menjelaskan  tidak akan ada penutupan jalan tol dan jalan arteri secara total, terkait keputusan larangan mudik Lebaran tahun ini.

Yang akan dilakukan Polri adalah penyekatan dan pengalihan arus kendaraan.

"Polri mem-back-up penuh keputusan Pemerintah ini. Dalam larangan mudik, kami tegaskan tidak ada penutupan jalan tol dan jalan arteri," kata Argo.

Pihaknya, bersama TNI dan aparat pemerintah lainnya akan melakukan pengawasan, untuk memastikan masyarakat tidak mudik.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved