Dampak wabah Covid 19

Kemenparekraf Persiapkan Industri Pariwisata Menghadapi Momentum Kebangkitan Pada 2021

Kemenparekraf mengalokasikan Rp 500 miliar untuk menyiapkan industri wisata menghadapi kebangkitan pariwisata di tahun 2021.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Ayer Floating Resort, sebuah resor cantik khas Maldives di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu. 

WARTA KOTA TRAVEL, TANAHABANG - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya mempersiapkan industri pariwisata, agar tetap optimistis dan bersiap menghadapi proyeksi lonjakan kinerja pada 2021.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio, setelah rapat terbatas melalui video conference dengan Presiden Joko Widodo, beserta para menteri lainnya di Kabinet Indonesia Maju, mengatakan pihaknya telah merealokasi anggaran, dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat COVID-19, agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif termitigasi selama pandemi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio (baris ke-3 dari kiri) saat memberikan keterangan pers terkait penyerahan Banper Bekraf 2019 bagi komunitas penggiat ekonomi kreatif di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio (baris ke-3 dari kiri) saat memberikan keterangan pers terkait penyerahan Banper Bekraf 2019 bagi komunitas penggiat ekonomi kreatif di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019). (Warta Kota/ Ign Agung Nugroho)

Rapat terbatas pada Kamis (16/4/2020) itu memiliki topik "Mitigasi Dampak Covid-19 Terhadap Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif"

“Presiden mengarahkan bahwa kita akan melakukan program perlindungan sosial bagi para pelaku wisata, dan Kemenparekraf merealokasi anggaran Rp 500 miliar. Ini potensinya akan dikembangkan terus,” kata Wishnutama, sebagaimana tertulis dalam siaran pers Biro Komunikasi Kemenparekraf.

Koordinasi

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara intensif, sebagai salah satu upaya untuk dapat memberikan berbagai bantuan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Realokasi kita juga akan melakukan berbagai macam program yang sifatnya padat karya, dan ini akan dilakukan pengkajian lebih lanjut dengan kementerian-kementerian terkait. Termasuk stimulus ekonomi untuk industri pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif ini agar bisa bertahan melalui situasi yang saat ini terjadi," katanya.

Program khusus

Kemenparekraf juga telah melakukan berbagai program khusus selama masa darurat COVID-19. Seperti menyediakan akomodasi dan transportasi untuk tenaga kesehatan, dengan SOP kesehatan dari Kemenkes dan WHO yang tetap harus dipenuhi. Hingga saat ini terdapat 1.725 tenaga kesehatan yang telah terfasilitasi.

Kemudian ada gerakan masker kain dengan memberdayakan para pelaku UKM. Targetnya mencapai 1 juta masker kain.

“Kami juga menyiapkan program lauk siap saji, seperti lauk dendeng kering, abon, dan sebagainya. Di sisi lain program ini akan melibatkan dan membantu pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif secara langsung,” katanya.

Optimisme

Presiden Joko Widodo sebelumnya menyatakan prediksinya, kelesuan sektor pariwisata akibat pandemi virus corona hanya akan berlangsung hingga akhir tahun. Untuk itu, sikap optimisme harus terus dibangun agar sektor pariwisata bisa memanfaatkan momentum bangkit segera setelah kelesuan berakhir.

"Saya meyakini ini hanya sampai pada akhir tahun. Tahun depan akan terjadi booming di bidang pariwisata. Semua orang ingin keluar, semua orang ingin menikmati kembali keindahan-keindahan yang ada di wilayah-wilayah yang ada pariwisatanya, sehingga optimisme itu yang harus terus diangkat. Jangan sampai nanti kita terjebak pada pesimisme karena masalah COVID-19 ini sehingga booming yang akan muncul setelah COVID-19 ini selesai, kita tidak bisa kita manfaatkan secara baik," ujarnya.

Untuk itu saat ini Kemenparekraf berupaya menyiapkan destinasi yang sesuai dengan kondisi “new normal” pasca-COVID-19, sesuai prinsip higienis dan sanitisasi yang prima, menawarkan pengalaman lokal yang unik, hingga manajemen pengunjung yang baik sehingga tidak terjadi penumpukan (over crowded).

Di samping itu, destinasi pariwisata juga didorong untuk terus berbenah dan semakin agresif dalam menerapkan prinsip pembangunan pariwisata yang berkelanjutan (resilience, sustainable, dan responsible). (*)

5 Strategi Ini Diyakini Bisa Menyelamatkan Sektor Perhotelan dari Krisis Covid-19

Kemenparekraf Gelar Pelatihan Bahasa Inggris Daring Bagi Pelaku Industri Pariwisata

Hotel Mercure Cikini dan Hotel MaxOne Jalan Pemuda Jadi Akomodasi Tenaga Medis

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved