Dampak wabah Covid 19

5 Strategi Ini Diyakini Bisa Menyelamatkan Sektor Perhotelan dari Krisis Covid-19

Ada lima cara yang bisa diambil pengusaha hotel untuk menyelamatkan bisnis, di masa pandemi Covid-19.

5 Strategi Ini Diyakini Bisa Menyelamatkan Sektor Perhotelan dari Krisis Covid-19
Kimpton La Peer Hotel
Ilustrasi kamar hotel. 

Saran itu disampaikan oleh Eleanor Petronzio, Head of Client Development SK Chase.

Katanya, pada masa ini semakin banyak orang yang memberikan hadiah voucher hotel kepada orang terkasih, atau anggota keluarga.

Bentuknya bisa voucher menginap, voucher spa, atau voucher jamuan teh sore hari. Voucher tersebut berlaku selama dua tahun atau lebih.

"Selama ini voucher-voucher itu menghasilkan tambahan pemasukan instan bagi hotel. Dan sebanyak 23 persen voucher ternyata tak pernah digunakan," kata Petronzio.

Menurut Petronzio, dalam beberapa pekan terakhir ini dia mencatat kenaikan pembelian voucher menginap, spa, dan makan di restoran.

Dia menduga, konsumen tersebut berniat memberi hadiah bagi dirinya sendiri, atau keluarganya, hadiah karena berhasil melewat pandemi Covid-19.

Layanan pesan-antar
Peluang lain yang bisa ditangkap pengusaha hotel adalah penjualan makanan dengan layanan pesan-antar. Hal ini yang disampaikan pembicara keempat, Angus Wilson.

Brand Activation Uber Eats ini menjelaskan bahwa layanan pesan-antar di industri kuliner di Inggris memiliki nilai 8,4 miliar poundsterling, atau sekitar Rp 162,3 miliar, di tahun 2019. Angka tersebut naik 18 persen dari tahun sebelumnya.

Program Delivery by JW dai Hotel JW Marriott Jakarta.
Program Delivery by JW dai Hotel JW Marriott Jakarta. (Istimewa/JW Marriott)

Menurut Wilson,hal ini menunjukkan bahwa layanan pesan-antar makanan adalah tren zaman sekarang, dan masih akan terus berlanjut bahkan meluas ke semua negara di dunia setelah pandemi virus corona berakhir.

Maka, sesuai dengan bidang yang sedang dilakukan Wilson saat ini, yakni Uber Eats, dia menyarankan agar hotel juga mengadopsi tren ini.

Restoran yang ada di hotel juga menerima pesanan dari masyarakat di sekitarnya, sekaligus membangun kedekatan dengan komunitas masyarakat di mana mereka berada.

Saran Wilson ini sebenarnya sudah dilakukan oleh dua hotel bintang lima di Jakarta, yakni Hotel Mulia Senaya dan Hotel JW Marriott Kuningan.

Kreatif berinovasi
Menutup webinar tersebut, Caroline Dal’lin, Director of Business Development Bidroom yang bertindak sebagai tuan rumah, menyimpulkan bahwa pengusaha hotel harus kreatif dan fleksibel dalam menjalin kerja sama dengan rekan-rekan baru di sekitar mereka.

Dengan begitu ada peluang memperoleh profit kembali, dari cara-cara baru yang tak terpikirkan sebelum wabah merebak.

"Ini semua tergantung dari kita semua untuk berinovasi, mengantisipasi, dan beradaptasi dengan perubahan," kata Dal'lin menutup acara.

Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved