Kemenparekraf Gelar Pelatihan Bahasa Inggris Daring Bagi Pelaku Industri Pariwisata

Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata akan menggelar pelatihan bahasa Inggris secara daring bagi pelaku industri pariwisata.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa/ Panorma Tour
Seorang pemandu wisata sedang menjelaskan sejarah Candi Prambanan kepada wisatawan asing. 

Pandemi Covid-19 ini memang membuat industri pariwisata di seluruh dunia porak-poranda, akibat orang-orang dilarang bepergian

Pariwisata Indonesia pun tidak luput dari bencana ini, sehingga sudah ribuan pekerja di sektor wisata harus dirumahkan.

Situasi saat ini memang sedang sulit, namun bukan berarti segalanya harus dibuat tambah sulit.

Bisa jadi, di situasi seperti sekarang justru adalah waktunya para pelaku industri pariwisata untuk belajar lagi.

Apalagi saat ini Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata akan menggelar pelatihan daring (online) bahasa Inggris gratis.

Bagi praktisi wisata

Sebagaimana dikutip dari akun Instagram @kemen.parekraf, pelatihan ini ditujukan bagi praktisi pariwisata, terutama para pemandu wisata dan pengelola homestay. Dua profesi tersebut saat ini sedang "menganggur" karena kegiatan wisata berhenti.

Pihak direktorat memang ingin mengisi masa menganggur tersebut dengan kegiatan yang bermanfaat.

Setidaknya, begitu pandemi Covid-19 ini berakhir, kualitas SDM wisata Indonesia jauh lebih baik dari sebelumnya. Terutama dalam berbahasa Inggris.

Program pelatihan ini adalah sinergi antara Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata dan PT Cerdas Digital Nusantara (CAKAP).

Interaktif

Pelatihan ini dilakukan secara daring, mengingat Pemerintah sedang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Metode yang digunakan adalah interaktif, sehingga peserta diharapkan aktif terlibat agar tujuan pelatihan tercapai.

Pelatihan berdurasi selama enam bulan ini memiliki orientasi meningkatkan kapabilitas para pelaku pariwisata, sehingga dapat mempromosikan sektor pariwisata lokal kepada wisatawan mancanegara.

Selain profesi pemandu wisata dan pengelola homestay, pelatihan ini juga terbuka bagi anggota kelompok sadar wisata dan penggerak wisata.

Persyaratan

Agar pelatihannya berjalan optimal, dan sejalan dengan program pariwisata Indonesia pada tahun ini, maka pihak Direktorat mengutamakan peserta dari lima Destinasi Super Prioritas.

Untuk diketahui, lima destinasi tersebut adalah Labuan Bajo, Mandalika, Danau Toba, Borobudur, dan Likupang.

Untuk itu penyaringan peserta berdasarkan domisili, dengan alat bukti Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Persyaratan lainnya adalah koneksi internet di lokasi peserta, mengingat pelatihan ini secara daring dan menggunakan metode interaktif.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved