Dampak wabah Covid 19

Lebih 90 Hari Tak Terbang, Pilot di Inggris Harus Ujian Lagi

Di Inggris, pilot yang lebih dari 90 hari tak terbang akibat pandemi Covid-19, harus ikut ujian kecakapan sesuai regulasi.

Lebih 90 Hari Tak Terbang, Pilot di Inggris Harus Ujian Lagi
pexels.com
Ilustrasi pesawat. 

Soal simulator ini akan memunculkan masalah berikutnya, yakni akan terjadi antrean panjang di fasilitas simulator.

"Ketika maskapai penerbangan ingin buru-buru beroperasi secara normal, mereka terhambat masalah ini," ujar Twidell.

Masalah lainnya, biaya menggunakan simulator Level D itu antara 300-400 dolar AS, atau sekitar Rp 4,7 juta sampai Rp 6,3 juta. Itu belum termasuk membayar instruktur dan pengawas.

Jika pandemi Covid-19 ini terus berlanjut, maka para awak kabin juga harus melakukan ujian kecakapan lagi akibat terlalu lama tidak terbang.

Untuk mengatasi persoalan yang akan muncul itu, Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) berencana melonggarkan sedikit aturan mereka, dengan memberi masa yang lebih panjang untuk waktu kadaluwarsa lisensi pilot dan awak kabin.

Namun pembolehan itu hanya diberikan kepada maskapai yang mengajukan permohonan, dengan menyertakan program latihan pilot yang terinci.

Itu pun, pihak EASA akan menilai dulu apakah program latihan itu memenuhi standar mereka.

Kelonggaran juga diberikan oleh Federasi Keselamatan Penerbangan Amerika Serikat (FAA).

Namun kelonggaran itu hanya untuk persyaratan sertifikat kesehatan pilot, yang jatuh tempo pada 31 Maret - 30 Juni 2020.

Jika sertifikat kesehatannya kadaluwarsa pada masa itu, pilot tersebut masih boleh menerbangkan pesawat sampai batas waktu tertentu.

Dengan Tagar TakingYouHome, Qatar Airways Operasikan 150 Pesawat ke 70 Destinasi

Cek Informasi Penerbangan Selama Covid-19 di Situs PT Angkasa Pura II

Tenang, Cuti Bersama Digeser ke Bulan Desember 2020

Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved