Dampak wabah Covid 19

Lebih 90 Hari Tak Terbang, Pilot di Inggris Harus Ujian Lagi

Di Inggris, pilot yang lebih dari 90 hari tak terbang akibat pandemi Covid-19, harus ikut ujian kecakapan sesuai regulasi.

Lebih 90 Hari Tak Terbang, Pilot di Inggris Harus Ujian Lagi
pexels.com
Ilustrasi pesawat. 

Regulasi juga mensyaratkan para pilot melakukan License Proficiency Check, alias penilaian kecakapan, setiap tahun. Ujian ini akan berpengaruh kepada lisensinya sebagai pilot.

Sementara, maskapai penerbangan di Inggris juga diharuskan menguji para pilotnya setiap enam bulan sekali, soal kecakapan operasional mereka.

Simulator

Untungnya, seperti dinyatakan Adam Twidell, seorang pilot berpengalaman dan CEO PrivateFly, ujian kecakapan itu bisa dilakukan menggunakan simulator khusus, yang disebut Level D.

Simulator ini paling canggih karena memberikan ketajaman dan kejelasan tingkat tinggi, serta respons yang cepat seperti sedang menerbangkan pesawat sesungguhnya.

Hanya saja, seperti yang terjadi di Inggris, banyak fasilitas yang menyediakan simulator canggih itu tutup pada saat ini.

Para pilot mungkin saja bisa melatih kecakapan mereka lewat gim komputer, misalnya Microsoft Fligh Simulator.

Namun gim-gim tersebut sangat terbatas kemampuannya, dan tak bisa menyamai simulator Level D.

Bukan cuma itu, pada saat latihan itu pilot harus didampingi instruktur, pengawas, dan ko-pilot.

Hambatan

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved