Dampak wabah Covid 19

PT Angkasa Pura II Babak Belur Terhantam Covid-19

Ribuan karyawan PT Angkasa Pura II harus bekerja dari rumah, akibat pandemi Covid-19.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Andika Panduwinata
PT Angkasa Pura II jalankan strategi penyesuaian pola operasional di seluruh bandara mulai 1 April 2020. Begitu suasana Badara Soeharno Hatta pada Jumat (3/4). 

WARTA KOTA TRAVEL, Tangerang -- PT Angkasa Pura (AP) II babak belur dihantam wabah Covid-19, yang masih meraja lela.

Sudah sebulan ini ribuan pegawai terpaksa  bekrja dari rumah (work from home/WfH), demi memutus rantai penyebarana virus corona.

Ilustrasi Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta.
Ilustrasi Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh VP Corporate Communication Angkasa Pura II, Yado Yarismano. 

Katanya, ribuan pegawai yang WfH itu adalah karyawan19 bandara dikelola AP II.

"Data karyawan yang work from home, bukan dirumahkan, meluruskan berita yang beredar, jumlahnya sekitar 2.300 orang," ujar Yado kepada Warta Kota, Minggu (5/4/2020).

Menurut dia, sampai saat ini belum ada pegawai yang diberhentikan meski terjadi tren penurunan penerbangan yang signifikan.

Seluruh karyawan yang bekerja dari rumah itu bekerja di bidang adminitrasi.

 "Kita sebagai penyedia jasa bandar udara adalah yang paling ter-impact," ucap Yado.

"Karena penurunan traffic sebulan ini kami melakukan beberapa penyesuaian operasi," sambungnya.

Bahkan , katanya, Menteri BUMN Erick Tohir juga menyatakan bahwa saat ini sejumlah badan usaha pelat merah mengalami babak belur. Terlebih di sektor transportasi yang menghadapi rintangan cukup berat.

"Kalau untuk total kerugian masih dievaluasi oleh tim kami, karena data final masih harus direkonsiliasi," kata Yado.

Presensi digital

Mengenai mekanisme presensi bagi ribuan karyawan yang kerja dari rumah, kata Yado, mereka melakukannya secara digital. 

"Kami menggunakan mobile apps milik platform kami. Dan untuk koordinasi menggunakan Zoom Meeting," katanya mengungkapkan.

Sedangkan untuk pegawai operasional, rosternya disesuaikan. Yang sebelumnya 2 hari masuk 2 hari libur, menjadi 2 hari masuk 3 hari libur.

"Ini untuk mengoptimasi operasional bandara akibat penurunan traffic ," ujar Yado.

Saat disinggung mengenai ratusan pegawai di lingkungan bandara yang dihentikan dari pekerjaannya, Yado enggan berkomentar.

Ratusan pegawai tersebut bekerja di luar instansi AP II, dan berdinas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

"Detail belum bisa info. Kalau cleaning service detailnya coba langsung ke masing-masing penyedia jasa yang ada," katanya.

Diberhentikan

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved