Pelaku Vandalisme di Tembok Besar Cina Masuk Daftar Hitam dan Akan Dipermalukan

Badan Otoritas Tembok Besar Cina memberlakukan sanksi baru bagi pelaku vandalisme di situs Warisan Dunia itu, yakni daftar hitam dan dipermalukan.

Pelaku Vandalisme di Tembok Besar Cina Masuk Daftar Hitam dan Akan Dipermalukan
Pexels/Johannes Plenio
Tembok Besar Cina 

Tembok Besar Cina menjadi korban vandalisme dari turis yang tidak bertanggung jawab.

Ironisnya, aksi tersebut terjadi di hari pertama atraksi utama di Tiongkok itu dibuka kembali untuk umum, setelah tutup selama dua bulan akibat wabah Covid-19.

Sebagaimana diwartakan CNN Travel, pihak Otoritas Tembok Besar membuka kembali wisata di Badaling pada 24 Maret lalu, setelah tutup selama 2 bulan.

Sayangnya, hari yang lumayan "bersejarah", karena melambangkan kemenangan Tiongkok melawan virus corona, itu dinodai aksi seorang pengunjung ,yang mengukir batu tembok bangunan berusia lebih dari 2200 tahun tersebut dengan menggunakan kunci.

Perbuatannya itu tertangkap oleh kamera pengawas, dan orang itu berhasil ditangkap beberapa hari kemudian. Dia dipastikan harus membayar denda untuk perbuatannya.

Daftar hitam

Selain itu, menurut CNN, pihak Otoritas Tembok Besar memasukkan orang tersebut ke daftar hitam. Artinya dia tak boleh lagi berkunjung ke obyek wisata tersebut di masa depan.

Sistem akan langsung memberi peringatan, ketika orang di daftar hitam akan membeli tiket masuk secara daring. Maka pembeliannya langsung diblokir.

Dipermalukan

Namun bukan itu saja hukuman yang diperolehnya, sebab daftar hitam itu akan dumumkan ke publik secara rutin. Dengan kata lain, orang ini akan dipermalukan ke hadapan masyarakat.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved