Tinggal Sendirian di Belanda, Tjoet Merawat Dirinya Sendiri Saat Tertular Covid-19

Tinggal sendirian di Amsterdam, Belanda, Tjoet harus merawat dirinya sendiri saat dinyatakan tertular Covid-19. Ini kiatnya memulihkan diri.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pixabay
Rijksmuseum di Amsterdam, Belanda. 

"Kalau terus kenapa-kenapa tetangga gua enggak tahu, gimana? Terus mereka baru sadar beberapa hari kemudian.."

Sambil menangis dan napas tersengal-sengal, Tjoet mengungkapkan ketakutannya mati tanpa diketahui orang lain, lewat video yang diunggahnya ke Instagram. Video itu sungguh memilukan bagi siapapun yang melihatnya.

Perempuan bernama lengkap Cut Dwi Septiasari ini memang tinggal sendirian di Amsterdam, Belanda, seperti halnya banyak perantau lainnya di negara tersebut.

Mungkin hal itu tak menjadi masalah jika tubuh sedang sehat. Masalahnya, saat mengunggah video itu pada pekan lalu, Tjoet sedang sakit.

Covid-19

Ilustrasi virus corona.
Ilustrasi virus corona. (Istimewa)

Dokter puskesmasnya, atau di sana disebut huisartsen untuk dokter umum atau dokter keluarga, menyatakan Tjoet terkena Covid-19, penyakit yang saat ini terdengar sangat menakutkan.

Hanya saja, kata Tjoet saat dihubungi Warta Kota, sang huisart tak merujuknya ke rumah sakit untuk dirawat. Katanya kondisinya tidak parah, masih masuk kategori sedang.

Ya begitulah Belanda, jika kondisi pasien tidak kritis maka dia tak harus dirawat di rumah sakit. Mereka diminta merawat diri sendiri di rumah.

Maka Tjoet juga harus melakukan hal yang sama dengan orang-orang di Belanda lainnya, berusaha menyembuhkan sendiri penyakitnya. Dokter hanya memberi paracetamol untuk menurunkan demamnya.

Karena tinggal sendirian, Tjoet harus melalui segalanya seorang diri. Termasuk ketika kondisinya sedang sangat menurun, karena dia juga memiliki riwayat asma, sampai-sampai kesulitan bernapas.

"Bagian dada saya itu perihnya luar biasa, seperti ditusuk-tusuk atau terbakar. Terkadang ada juga sensasi terkena balsam panas satu botol. Serangan sesak nafas sangat sering terjadi," tulisnya mencerotakan pengalamannya.

Di saat itulah ketakutannya muncul, dan dia membuat video curhat itu, yang sempat membuat teman-temannya khawatir.

Kiat

Syukurlah, pada pekan ini kondisi Tjoet sudah jauh membaik dari pekan lalu. Maka dia membagi pengalamannya merawat dirinya sendiri, termasuk kiat-kiatnya melawan virus corona.

Hal paling penting, menurut pengalamannya, saat sedang menderita sakit adalah menjaga agar kondisi mental tetap positif.

1. Positif

"Terima saja, hilangkan rasa panik, waswas, atau curiga. Sudah langsung saja fokus pada usaha menghilangkan virus tersebut, entah covid-19, flu, apapun itu," katanya.

Dia mengaku sempat berada dalam proses penyangkalan diri, dan otaknya berusaha mencari tahu kapan dan di mana dia tertular virus corona.

"Saya agak sibuk dengan analisa-analisa. Sekarang saya sadari, analisa ini mungkin yang membuat proses penyembuhan agak lama," katanya.

Untung dia cepat sadar, dan berbalik kepada mental positif dan fokus untuk sembuh.

Halaman selanjutnya

2. Tenang

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved