Wisata Virtual

10 Situs Warisan Dunia Ini Bisa dikunjungi Secara Virtual Lho

Saat harus diam di rumah ini bisa diisi dengan berwisata virtual ke 10 tempat ini, yang merupakan pusat peradaban manusia.

10 Situs Warisan Dunia Ini Bisa dikunjungi Secara Virtual Lho
Pixabay
Ilustrasi bekerja dari rumah. 

Bangunan yang diperkirakan berdiri 4.500 tahun yang lalu itu sebenarnya adalah makam bagi raja Mesir, yang dikenal juga dengan nama Firaun.

Dengan mengunjungi Google Arts and Culture, kita diajak berkunjung secara virtual ke Giza, melihat tiga piramid dan The Great Sphinx yang mendunia tersebut.

Hanya saja virtual tour ini hanya melihat Piramid Giza dari luar, baik secara dekat atau dari jauh.

4. Menara Eiffel, Prancis

Halaman depan wisata virtual Menara Eiffel di Google Street View.
Halaman depan wisata virtual Menara Eiffel di Google Street View. (Google Street View)

Berkunjung ke Paris tak lengkap tanpa mengunjungi Menara Eiffel, yang merupakan landmark Ibu Kota Prancis tersebut.

Berhubung sedang dikarantina, berkunjung ke Menara Eiffel bisa dilakukan secara virtual dulu lewat Google Street View di Google Map.

Atau bisa pula melihat lebih detail menara besi, yang dibangun pada tahun 1887-1889, di situs Air Pano ini.

5.Angkor Wat, Kamboja

Halaman depan situs Virtual Angkor, yang menyajikan wisata virtual di Angkor Wat.
Halaman depan situs Virtual Angkor, yang menyajikan wisata virtual di Angkor Wat. (Virtual Angkor)

Angkor Wat bisa dibilang adalah kota candi. Pasalnya di kompleks ini berisi banyak bangunan candi.

Para arkeolog yang meneliti situs ini menyatakan bahwa candi tertua di Angkor Wat berasal dari paruh pertama abad 12 Masehi.

Secara usia, candi tertua di Angkor Wat ini masih kalah tua dari Candi Borobudur. Namun kompleks ini sekarang lebih populer, setelah Ta Prohm, salah satu candi di sana, muncul dalam film Lara Croft: Tomb Raider tahun 2001.

Jika sekarang ini kita tak bisa berkunjung ke Angkor Wat secara langsung, jangan khawatir.

Sebab kita bisa berkunjung secara virtual dulu lewat Virtual Angkor.

Di situs ini tersediafoto dan video simulai, yang bisa diputar 360 derajat.

Dan di situs ini pengunjung juga mendapat ilmu pengetahuan soal Angkor Wat.

6. Taj Mahal, India

Halaman depan wisata virtual Taj Mahal di Google Street Map.
Halaman depan wisata virtual Taj Mahal di Google Street Map. (Google Street Map)

Bangunan dengan atap kubah "bawang" ini memang sangat menarik dipandang mata.

Warnanya yang putih membuat bangunan ini terlihat tenang dan manis, seolah-olah sedang memandang seorang gadis yang cantik, manis, dan baik hati.

Apalagi sejarah berdirinya bangunan ini adalah rasa cinta Raja Mughal, Shah Jahan, kepada istrinya, Mumtaz Mahal.

Menurut sejarah, ketika sang istri meninggal dunia, Shah Jahan membuat musoleum dari marmer putih ini untuk menaungi makam sang istri.

Raja yang memerintah India di abad ke-17 itu mau memberikan yang terbaik bagi istrinya, sehingga pembangunannya memakan waktu 22 tahun. Maka jadilah Taj Mahal yang cantik itu.

Bangunan ini menggabungkan gaya arsitektur Persia, Islam, dan India, yang bisa kita lihat lewat wisata virtual bersama Google Street View. Anda bisa klik ke link tersebut untuk menuju ke sana.

Atau Anda juga bisa melihatnya lewat situs Air Pano, yang menawarkan sudut pandang yang berbeda.

7. Stonehenge, Inggris

Halaman depan wisata virtual situs arkeologi Stonehenge, melalui English Heritage.
Halaman depan wisata virtual situs arkeologi Stonehenge, melalui English Heritage. (english-heritage.org)

Situs megalitik di Wiltshire Inggris ini menjadi unik karena menguarkan aura misterius.

Para arkeolog menyatakan bahwa Stonehenge adalah tempat ibadah untuk melakukan ritus kremasi, yang diperkirakan berusia 5.000 tahun lalu.

Meski begitu, tak sedikit orang yang memiliki anggapan lain soal situs ini. Pasalnya, batu-batu yang sangat besar itu disusun tegak, seperti memagari arena bulat, sehingga bangunan ini seperti bukan buatan manusia.

Entah Anda mau percaya hasil penelitian para arkeolog, atau pendapat kelompok yang percaya keberadaan alien, kita bisa berkunjung ke situs ini secara virtual.

Caranya hanya masuk ke situs English Heritage, lalu memilih virtual tour dan Stonehenge.

Di sana kita tidak saja bisa melihat Stonehenge secara lebih dekat, tapi juga bisa mempelajarinya lebih jauh.

8. Petra, Yordania

Halaman depan wisata virtual Petra di laman Google Street View.
Halaman depan wisata virtual Petra di laman Google Street View. (Google Street View)

Situs Petra di Yordania selalu mengundang decak kagum, karena sebuah bangunan yang indah dibuat dengan memahat batu karang.

Para arkeolog menyimpulkan bahwa Petra adalah peninggalan bangsa Nabatean, yang mendiami wilayah barat laut Arab pada ratusan tahun sebelum masehi.

Berkat keindahannya, Petra beberapa kali menjadi setting film-film Hollywood. Dua yang terkenal adalah The Mummy Returns dan Indiana Jones and The Last Crusade.

Jika penasaran dengan Petra, Anda bisa mengikuti tur jalan kaki secara virtual yang disajikan oleh oleh Google Street View.

Anda akan dimanjakan dengan foto-foto interaktif, dan mendengarkan penjelasan dari pemandu.

9. Colosseum, Italia

Halaman depan wisata virtual Colosseum di Google Arts and Culture.
Halaman depan wisata virtual Colosseum di Google Arts and Culture. (Google Arts and Culture)

Situs arkeologi amphitheatre sebenarnya banyak ditemukan di Italia dan negara-negara lain.

Namun bangunan arena pertunjukkan atau stadion yang di kota Roma, Italia, adalah amphitheatre yang paling besar dan megah.

Meski pun saat ini bangunan kuno tersebuh sudah runtuh sebagian, namun para arkeolog memperkirakan bahwa daya tampung amphitheatre ini antara 50.000 sampai 80.000 orang. Luar biasa untuk ukuran masanya.

Bangunan yang dibangun antara tahun 70 dan 80 masehi itu memiliki 80 pintu masuk, bagi warga yang ingin menyaksikan pertunjukan gladiator.

Mungkin banyak dari Anda yang sudah pernah datang ke Colosseum, namun tak ada salahnya untuk berkunjung lagi. Kali ini secara virtual lewat laman Google Arts and Culture dan Air Pano.

Pasti pengalaman yang diperoleh berbeda.

10. Chitchen Itza, Meksiko

Halaman depan wisata virtual kompleks Chichen Itza, Meksiko, di situs Air Pano.
Halaman depan wisata virtual kompleks Chichen Itza, Meksiko, di situs Air Pano. (Air Pano)

Situs Chitchen Itza di Meksiko memang kalah populer dari Machu Picchu, tapi bukan berarti kuil ini kalah indah.

Peninggalan bangsa Maya ini bahkan menunjukkan bahwa bangsa tersebut sangat menguasai ilmu perbintangan dan arsitektur.

Mereka membangun pusat peribadatan ini dengan hitung-hitungan yang presisi.

Hal ini terlihat pada saat matahari berada di garis khatulistiwa, sinarnya menghasilkan bayangan ular di sisi utara Piramid El Castillo.

Bukan hanya itu bangunan yang unik dari situs ini. Pengunjung juga bisa melihat pilar-pilar batu dalam jumlah banyak.

Semua hal itu bisa disaksikan melalui situs Air Pano.

Memanjakan Mata dan Menambah Ilmu Dalam Wisata Virtual ke Great Barrier Reef

Yuk Melihat Bunga Sakura di Penjuru Dunia Tanpa Meninggalkan Rumah

Bahagia di Rumah Dengan Penampilan Langsung Para Seniman di Budaya Saya

Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved