Wisata virtual

Memanjakan Mata dan Menambah Ilmu Dalam Wisata Virtual ke Great Barrier Reef

Berwisata secara virtual ke Great Barrier Reef, dengan dipandu Sir David Attenborough. Bukan hanya mata yang dimanja, pengetahuan juga bertambah.

Memanjakan Mata dan Menambah Ilmu Dalam Wisata Virtual ke Great Barrier Reef
attenboroughsreef.com
Ada lebih dari 600 spesies terumbu karang di Great Barrier Reef. 

Bukan hanya suara ikan dari keluarga Scaridae ini saja yang terdengar, tapi suara gerakan terumbu karang dan air laut juga turut terdengar. Seakan-akan kita sendiri yang sedang menyelam di sana.

Dengan teknologi multimedia, pengunjung mendapat pengalaman mendengarkan keriuhan suasanan bawah permukaan laut.
Dengan teknologi multimedia, pengunjung mendapat pengalaman mendengarkan keriuhan suasanan bawah permukaan laut. (attenboroughsreef.com)

Tidak hanya ikan kakatua yang terlihat dalam petualangan virtual ini, tetapi juga 1.500 spesies ikan dan ratusan spesies terumbu karang lainnya. Menariknya, kita tak perlu menjadi basah untuk menikmatinya.

Spektakular

"Di sini adalah ekosistem yang paling spektakular, kompleks, sekaligus paling rapuh di dunia," kata Attenborough dalam video pembukaan.

Pria berusia 93 tahun ini menambahkan bahwa dia sudah terpesona sejak pertama kali menyelam di sana, pada 60 tahun lalu. Sampai sekarang pun dia masih tertakjub-takjub dengan kekayaan ekosistem Great Barrier Reef.

Attenborough membagi petualangan ini menjadi lima babak. Di babak pertama pengunjung akan mendapat penjelasan soal Great Barrier Reef dan pengetahuan tentang kompleks terumbu karang yang sempurna.

Di babak kedua, pria Inggris ini mengajak kita memahami lebih jauh soal terumbu karang.

Di sini Sir David menjelaskan proses pertumbuhan terumbu karang, yang membutuhkan waktu lama untuk menjadi besar dan indah.

Sayangnya, hanya perlu waktu singkat untuk merusak dan membunuh terumbu karang. Musuh terbesarnya adalah polusi, baik udara dan laut.

Polusi laut itu terjadi akibat sampah dari daratan berakhir di laut. Sampah plastik, deterjen, dan zat kimia membuat air laut menjadi beracun bagi terumbu karang.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved