Dampak Covid 19

Gara-gara ke Batam, Paspor Pria Singapura Ini Dicabut dan Dirinya Terancam Denda Rp 114 Juta

Singapura memberi sanksi yang cukup berat bagi warganya yang tak mematuhi kewajiban karantina mandiri, sepulangnya dari luar negeri.

Gara-gara ke Batam, Paspor Pria Singapura Ini Dicabut  dan Dirinya Terancam Denda Rp 114 Juta
Google Map
Singapura hanya sejauh 1 jam perjalanan dengan kapal feri dari Batam, Indonesia. 

Negara tetangga kita itu memang tidak main-main dalam menegakkan aturan. Belum lama ini Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura, K Shanmugam, menyatakan akan memperkarakan pria bernama Alan Tham karena keluar rumah.

Pria berusia 33 tahun itu melanggar aturan diam di rumah untuk jajan bak kut teh. Penganan itu mirip-mirip sop daging ala masyarakat Hakka.

Yang menyebabkan Tham diperkarakan tidak sekadar keluar rumahnya, tetapi pria ini baru pulang dari luar negeri sehingga wajib karantina mandiri selama 14 hari.

Ironisnya, Tham ketahuan melanggar aturan karena pamer di Facebook, dirinya sedang menyantap bak kut teh bukan di rumahnya sendiri.

Produser Indonesia

Sementara itu, seorang produser film asal Indonesia, Mike Wiluan, yang sudah menjadi residen tetap Singapura, juga terancam sanksi.

Pria berusia 44 tahun ini juga tidak mematuhi instruksi diam di rumah, dan malah ke luar negeri.

Wiluan dikabarkan kembali dari Indonesia pada tanggal 7 Maret, dan keesokan harinya berangkat lagi ke Los Angeles, Amerika Serikat (AS).

Jika sesuai aturan, Wiluan harus tinggal di rumah selama 14 hari sekembalinya dari Indonesia.

Yang memberatkan kasusnya, CEO Infinite Studio ini tak melapor ke pihak otoritas bahwa dia baru kembali dari luar negeri, sebelum berangkat lagi di AS.

Pihak ICA kemudian memotong masa berlaku residen tetapnya. Wiluan juga masih terancam membayar denda sampai 10.000 dolar Singapura.

Bahagia di Rumah Dengan Penampilan Langsung Para Seniman di Budaya Saya

Bosan Karantina di Rumah, Sila Pindah Lokasi Karantina ke Hotel

Ingat, Gratis Ubah Tanggal Kunjungan di Tiket Disneyland Sampai Tanggal 15 April 2020

Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved