Dampak Covid 19

Virus Corona Membawa Kesetaraan Bagi Pemegang Paspor Indonesia

Virus corona ternyata juga membawa "keadilan" bagi para traveller dari negara berkembang seperti Indonesia.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Serambinews.com
Ilustrasi paspor 

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, paspor Indonesia memiliki kekuatan yang sama dengan paspor-paspor dari negara Uni Eropa.

Itu semua berkat wabah Covid-19 yang sudah berjangkit selama 3 bulan lebih di dunia, sejak awal tahun 2020.

Wabah Covid-19 yang dahsyat ini, karena mampu membuat banyak negara pontang-panting, dan miliaran orang khawatir, ternyata juga membawa "keadilan" bagi para traveller dari negara berkembang seperti Indonesia.

Sebagaimana tertulis dalam artikel yang dilansir laman Schengen Visa Info, kini pemegang paspor dari persekutuan negara Eropa itu tak lagi gratis untuk masuk ke banyak negara.

"Dan secara tiba-tiba, kekuatan semua paspor menjadi sama, tak ada nilainya," begitu disebutkan dalam artikel tersebut.

Peringkat 53

Para pehobi travelling asal Indonesia pasti paham sekali soal kekuatan sebuah paspor.

Sayangnya paspor Indonesia termasuk dalam golongan paspor berkekuatan lemah.

Buku kecil berwarna hijau, dengan lambang Garuda Pancasila itu tak cukup kuat menembus perbatasan banyak negara dengan bebas, sebab pemegangnya, alias Warga Negara Indonesia (WNI), harus membeli visa dulu untuk masuk ke sejumlah negara.

Sebagaimana dilansir situs Passport Index, paspor Indonesia hanya menempati urutan 53 dalam pemeringkatan kekuatan sebuah paspor.

Pasalnya, hanya 38 negara yang memberikan status bebas visa bagi WNI.

Sementara 159 negara mengharuskan para pelancong dari Indonesia membeli izin masuk (visa), jika kita ingin berkunjung ke sana.

Sebanyak 45 di antaranya membolehkan WNI membayar visa pada saat ketibaan di bandara negara tersebut.

Sedangkan 114 sisanya mewajibkan WNI mengajukan permohonan visa dulu sebelum berangkat ke negara tersebut.

Syarat dan harga

Dan mengajukan permohonan visa itu bukan perkara mudah bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Negara-negara Uni Eropa, Amerika Serikat, Australia, bahkan negara-negara di Timur Tengah meminta pemohon visa melampirkan bukti kemampuan finansial mereka, alias rekening tabungan.

Bukan hanya itu, sejumlah negara maju juga membanderol visa mereka dengan harga lebih dari Rp 1 juta. Sialnya, jika permohonan ditolak, uang yang sudah dibayarkan tak kembali.

Bandingkan dengan pemegang paspor Jerman, Spanyol, Finlandia, atau Denmark yang bisa bisa datang ke 128 negara tanpa membeli visa.

Bahkan tetangga kita Singapura bisa masuk 131 negara, atau Malaysia yang bisa masuk 119 negara, tanpa harus mengajukan permohonan visa.

Episenter

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved