Dampak Covid 19

Dengan Tagar TakingYouHome, Qatar Airways Operasikan 150 Pesawat ke 70 Destinasi

Qatar Airways operasikan lebih dari 150 armada ke 70 detinasi, di saat maskapai lain memarkirkan pesawatnya.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram/qatarairways
Pesawang Boeing 777 Qatar Airways. 

Di saat banyak maskapai penerbangan lain memarkirkan pesawatnya, karena banyak negara menutup perbatasan mereka, termasuk bandara, Qatar Airways malah menyebar armadanya ke seluruh dunia.

Sebagaimana diwartakan The Peninsula Qatar, maskapai milik Pemerintah Qatar itu kini mengoperasikan 150 pesawat, terbang ke 70 kota di dunia.

"Kami memahami masa sulit ini banyak orang di seluruh dunia berusaha keras untuk pulang. Maka Qatar Airways mengoperasikan lebih dari 150 pesawat per hari agar banyak orang bisa terangkut dan tiba di rumah untuk bersama keluarganya," bunyi siara pers Qatar Airways yang dilansir Peninsula Qatar.

Terlihat di akun media sosial maskapai ini, mereka menggunakan tagar  #TakingYouHome untuk program ini.

Dalam siaran pers tersebut juga disebutkan, pihak Qatar selalu meninjau kembali operasi ini, untuk melihat kota-kota yang lebih membutuhkan penerbangan.

"Jika memungkinkan, kami akan menambah penerbangan atau mengirim pesawat yang lebih besar," tulis pihak Qatar.

Jeli

Tindakan yang dilakukan Qatar ini memang sangat mulia, karena memulangkan orang-orang yang terdampat di negara lain akibat nyaris tak ada penerbangan yang beroperasi.

Namun di sisi lain, program ini memperlihatkan kejelian Qatar melihat peluang. Untuk informasi, hampir semua maskapai penerbangan mengurangi operasinya karena kekurangan penumpang.

Ditambah lagi sejumlah negara menyatakan menutup bandara mereka, meski hanya untuk penumpang transit.

Alhasil Singapore Airlines, Emirates, Etihad, dan KLM sebagai contoh menghentikan penerbangan komersial untuk sementara waktu.

Hanya Qatar Airways, kalau boleh dibilang, yang berpikir out of the box untuk tetap memperoleh pemasukan di masa sulit seperti ini.

Apalagi saat ini orang-orang rela membayar berapa saja agar bisa pulang.

Tindakan Qatar ini juga menguntungkan orang lain, yakni orang-orang yang ingin pulang.

Sebagaimana diwartakan harian Inggris, Independent, banyak warga Inggris yang "terjebak" di Asia, Afrika, dan Australia, karena tak ada penerbangan.

Padahal Pemerintah Inggris, melalui Kementerian Luar Negeri, mengimbau agar warganya segera pulang, mengingat situasi wabah Covid-19 ini belum membaik.

"Pekan lalu kami mengurangi operasi, namun sekarang kami meningkatkan kembali. Menambah sejumlah penerbangan ke beberapa destinasi, menerbangkan pesawat yang lebih besar. Sekarang A380 kami mengudara kembali," kata Simon Talling-Smith, Chief Commercial Officer Qatar Airways, kepada Independent.

Australia

Sementara dilaporkan laman Executive Traveller, Qatar kini juga terbang ke Brisbane, Australia, mulai 29 Maret 2020. Padahal sebelumnya mereka tak memiliki rute Doha - Brisbane.

Namun dijelaskan pihak Qatar, rute itu hanya sampai pertengahan April, karena merupakan rute darurat.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved