Jajan di Jakarta

Bernostalgia dengan Rasa Tempo Dulu Lewat Es Goyang Kenangan

Bukan hanya desain gerobak yang kekinian, Azhar juga bereksperimen dengan rasa kekinian.

Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Janlika Putri
Es goyang yang sudah diberi cokelat leleh akan ditaburi kacang tumbuk. 

Sayapun langsung menyantap es goyang rasa alpukat tersebut cepat-cepat, menuruti anjuran si abang penjual.

Tak terasa susu sama sekali di lidah saya, karena rasa pertama yang muncul cenderung gurih, lalu sedikit rasa manis yang datang dari cokelat dan gula pasir.

Kemudian saya menemukan rasa buah alpukat mendominasi indera pengecap.

Azhar menjelaskan bahwa komposisi sari buahnya paling banyak, sehingga esnya mudah meleleh.
Agar membekukan esnya, adonan es harus digoyang-goyang sekitar 20 menit. Karena itulah bapak penjual es selalu menggoyang gerobaknya, agar adonas es membeku.

Lalu, setelah es jadi, dilepaskan satu persatu dari cetakan dan disimpan di laci pendingin yang ada di sisi lain gerobak itu.

“Kendati dibuat modern, kami masih mengangkat keaslian cita rasa, dan metode pembuatan es goyang ini masih seperti yang dulu. Kami menggunakan bahan alami,” tambah Azhar.

Sambil ngobrol, ess goyang rasa strawberi saya sudah jadi. Kembali bapak penjual melumuri es dengan lelehan cokelat dan kacang tumbuk sangrai.

Es goyang yang masih berada di cetakan.
Es goyang yang masih berada di cetakan. (Warta Kota/Janlika Putri)

Dibeli artis

Meskipun banyak es krim yang jauh lebih modern, Es Goyang Kenangan tetap percaya diri bersaing di pasar kudapan.

Apalagi titel es legendaris Indonesia sudah melekat di es goyang, sehingga banyak pengunjung Blok M Square berhenti dan membeli untuk bernostalgia.

Azhar mengatakan bahwa daya tarik es goyngnya mengundang beberapa selebgram, vlogger, atau selebriti untuk membeli saat mereka lewat kawasab Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Baru-baru ini Billy Saputra, adiknya almarhum Olga, bikin video di sini untuk vlognya. Dia bilang ingat waktu zaman dia kecil makan es ini. Fotonya ada di instagram @esgoyangkenangan” ujar azhar.

Untuk menikmati es goyang ini pembeli cukup membayar harga Rp 7.000 per batang. Harga tersebut berlaku untuk semua rasa.

Kalau diingat-ingat, Rp 7.000 memang terbilang mahal untuk es goyang, jika dibandingkan dengan es goyang tradisional.

Namun ukuran es dan juga pilihan bahan baku terbaik seharusnya juga diperhitungkan, sehingga wajar jika Es Goyang Kenangan harganya lebih mahal. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved