Jajan di Jakarta

Bernostalgia dengan Rasa Tempo Dulu Lewat Es Goyang Kenangan

Bukan hanya desain gerobak yang kekinian, Azhar juga bereksperimen dengan rasa kekinian.

Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Janlika Putri
Es goyang yang sudah diberi cokelat leleh akan ditaburi kacang tumbuk. 

 Tradisional modern

Bukan hanya desain gerobak yang kekinian, Azhar juga bereksperimen dengan rasa kekinian.

Es goyang versi tempo dulu, katanya, rasanya cenderung monoton, sehingga dia menawarkan aneka ragam rasa di Es Goyang Kenangan.

Ada rasa kacang ijo, nangka, cokelat, alpukat, stroberi, dan durian. Semua rasa itu hasil sari buah asli, bukan perasa buatan.

Es goyang rasa alpukat yang sudah lumuri cokelat leleh dan diberi taburan kacang tumbuk.
Es goyang rasa alpukat yang sudah lumuri cokelat leleh dan diberi taburan kacang tumbuk. (Warta Kota/Janlika Putri)

Maka, saat es goyang ini digigit pembeli akan menemukan serat-serat buah yang setengah hancur.

Saya memutuskan membeli rasa stroberi dan alpukat. Namun es rasa stroberi belum jadi maka sambil menunggu saya mencicipi rasa alpukat terlebih dahulu.

Petama-tama, es batang berwarna hijau dengan tangkai bambu itu dicelupkan ke cokelat leleh, setelah it dilumuri dengan kacang sangrai yang telah ditumbuk kasar.

Saat es telah rata terlapisi oleh kacang, kemudian dibungkus dengan plastik bening dan diberikan kepada pembeli.

“Gampang lumer, harus cepat-cepat dimakannya,” kata bapak penjual es, karyawan Azhar.

Kemudian dia kembali menggoyang gerobak esnya.

Es Goyang Kenangan rasa alpukat dibuat dari snatan dan buah alpukat asli.
Es Goyang Kenangan rasa alpukat dibuat dari snatan dan buah alpukat asli. (Warta Kota/Janlika Putri)
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved