Dampak Covid 19

Mal, Museum, dan Taman Hiburan di Singapura Tetap Beroperasi

Mal, museum, dan taman hiburan di Singapura tetap diperbolehkan beroperasi, asal mengikuti aturan yang ditetapkan.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram/visit_singapore
Arts Science Museum Singapore, yang terletak di kompleks Singapore Bay. 

Sejumlah pengelola mal di Jakarta memutuskan berhenti operasi untuk sementara, sambil menunggu perkembangan situasi akibat wabah Covid-19.

Keputusan ini masuk akal mengingat jumlah pengunjung menurun drastis, setelah ada imbauan untuk tinggal di rumah dari Pemerintah.

Selain itu, menutup mal juga bisa menghentikan keinginan warga untuk jalan-jalan ke mal.

Selain mal, sejumlah destinasi wisata di Jakarta juga telah tak beroperasi sejak sepekan lalu.

Tempat-tempat seperti museum, taman hiburan, dan gedung pertunjukan sudah lebih dulu tutup, mengikuti instruksi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Percaya atau tidak, berbeda dengan Jakarta, mal, museum, dan taman hiburan di Singapura tetap diperbolehkan beroperasi. Setidaknya sampai Selasa (24/3) tak ada imbauan dari Pemerintah Singapura agar tempat wisata harus tutup.

Sebagaimana dilansir Channel News Asia (CNA), Gugus Tugas Covid-19 Singapura tidak melarang mal, museum, dan taman hiburan beroperasi.

Jarak aman

Hanya saja, mereka ada aturan yang harus diikuti, seperti harus memasang marka untuk mengatur jarak antarpengunjung, setidaknya 1 meter antarmanusia.

Gugus Tugas menetapkan bahwa kapasitas aman yang diperbolehkan adalah satu orang dalam area seluas 16 meter persegi.

Selain itu, sebuah grup wisata tak boleh lebih dari 10 orang.

Pengelola mal, museum, dan taman hiburan juga tak boleh menggelar acara yang mengundnag kerumunan orang.

Jika Mal dan tempat hiburan tak bisa mengikuti aturan ini, mereka harus tutup.

Studio yoga

Kepala Gugus Tugas Covid-19 Singapura, Lawrence Wong, yang juga Menteri Pembangunan Nasional Singapura, juga menyatakan bahwa sasana kebugaran (gym) dan studia yoga juga boleh tetap beroperasi, asal bisa menerapkan pembatasan jarak antarmanusia tersebut.

Pemerintah Singapura bahkan tetap meminta restoran dan kedai penjualan makanan tetap buka, meski pun mereka juga terkena aturan pembatasan jarak.

Namun Lawrence Wong tetap melarang kelab malam, diskotek, karaoke, bioskop, dan gedung pertunjukan untuk tutup sementara.

"Kami paham bahwa wabah Covid-19 berdampak buruk bagi bisnis. Namun upaya kami melindungi nyawa manusia memang mempunyai dampak ekonomi," katanya, sebagaimana dikutip CNA.

Untuk mengurang kerugian bagi pelaku usaha, Lawrence Wong menyatakan Pemerintah Singapura telah menyiapkan program stimulus yang akan diumumkan kemudian.

APPBI: Pengusaha Mal Menghadapi Situasi Dilematis

Meski Tutup 25 Maret - 7 April 2020, Mal Sumarecon Buka Untuk Melayani Pembelian Kebutuhan Pokok

23 Destinasi Wisata DKI Jakarta yang Tutup Sementara

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved