Dampak Covid 19

Industri Hotel dan Restauran di Tangerang Selatan Megap-megap Akibat Wabah Covid-19

Usaha restoran dan hotel langsung merasakan turunnya pendapatan, akibat pengunjung maupun pelanggan menghindari beraktivitas di tempat keramaian.

Industri Hotel dan Restauran di Tangerang Selatan Megap-megap Akibat Wabah Covid-19
Warta Kota/ Janlika Putri
Hotel Aston at Kuningan Suites yang terletak di Jalan Setiabudi Utara Raya, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. 

Dampak pandemi COVID-19 di Indonesia membawa dampak buruk bagi perekonomian Indonesia.

Semua sektor industri merasakannya, karena operasional dan pendapatannya terhambat. Bahkan industri pariwisata langsung megap-megap karena virus corona.

Bidang usaha restoran dan hotel misalnya langsung merasakan turunnya pendapatan, akibat pengunjung maupun pelanggan menghindari beraktivitas di tempat keramaian di tengah wabah virus corona.

"Jadi untuk pertamanya itu di Februari (2020) kita turun 25 persen (omset atau penghasilan). Menjelang awal Maret itu di 42 persen turunnya, dan menjelang akhir Maret ini sudah anjlok di atas 60 sampai 70 persen," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Tangerang Selatan (PHRI Tangsel), Gusri Effendi, Selasa (24/3/2020).

Gusri mengatakan, pihaknya mencatat dampak tersebut telah menimpa seluruh usaha hotel dan restoran yang berdomisili di kawasan Jabodetabek.

Batal

Bahkan, dari hasil pertemuan beberapa pemilik usaha, banyak kegiatan dibatalkan yang artinya terjadi pembataan pesanan ruang perteuan dan kamar hotel.

Pembatalan itu dikatakannya terkait adanya kebijakan penangguhan sementara izin keramaian, yang diinstruksikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

"Hampir rata semua se-Indonesia, ada yang sudah down (penurunan omset) sampai 80 persen. Kalau restoran tempat-tempat wedding sudah 100 persen (penurunan omset). Terus kaya hotel ada yang mau bikin acara ya, karena kan sesuai imbauan dengan Pak Kapolri itu juga ditiadakan teman-teman," katanya.

Bantuan Pemerintah

Dia pun berharap, dengan adanya langkah-langkah penanganan pandemi virus corona yang disosialisasikan, dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) setempat.

Menurut Gusri, dengan menganggarkan biaya terhadap penanganan pandemi corona, Pemkot setempat dapat menolong bisnis-bisnis yang terancam keberadaannya.

"Ya sebenarnya kan satu langkah jangka pendeknya, semua kita masyarakat mendisiplinkan diri. Tapi yang kedua kita berharap pemerintah dengan segala genap usahanya juga gunakan saja semua anggaran terutama di daerah. Anggaran itu bagaimana menekan perkembangan COVID-19," tandasnya. (Rizki Amana)

Disparekraf Tak Ragu Cabut Izin Usaha Tempat Hiburan yang Nakal

Summarecon Mall Edukasi Pengunjung dan Ubah Jam Operasi

Akibat Wabah Virus Corona, Hotel dan Restoran Sudah Potong Upah Karyawan

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved