APPBI: Pengusaha Mal Menghadapi Situasi Dilematis

Saat ini mal yang memutuskan untuk tutup adalah Lippo Mall Puri, Senayan City, Central Park, dan Plaza Indonesia.

APPBI: Pengusaha Mal Menghadapi Situasi Dilematis
Warta Kota/Janlika Putri
Aktivitas di Mal Plaza Indonesia di tengah wabah Covid-19. 

Dampak wabah covid-19 membuat sejumlah mal di Jakarta memutuskan untuk menghentikan operasional untuk sementara.

Hal ini juga sejalan dengan seruan Pemerintah agar masyarakat menjaga jarak, dan menghindari kerumuman untuk menekan penyebaran virus corona lebih luas lagi.

Guna mencegah virus Corona (Covid - 19), Mall Kelapa Gading (MKG), Jakarta Utara - salah satu pusat perbelanjaan yang dikelola Summarecon - melakukan pengecekan suhu tubuh dan menyediakan dan fasilitas hand sanitizer bagi pengunjung. (Warta Kota/Ign Agung Nugroho)
Guna mencegah virus Corona (Covid - 19), Mall Kelapa Gading (MKG), Jakarta Utara - salah satu pusat perbelanjaan yang dikelola Summarecon - melakukan pengecekan suhu tubuh dan menyediakan dan fasilitas hand sanitizer bagi pengunjung. (Warta Kota/Ign Agung Nugroho) (Istimewa/MKG)

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alexander Stefanus Ridwan, mengatakan bahwa kondisi saat ini memang cukup dilematis bagi bisnis di Indonesia.

"Saya kira gini, ini dilematis ya. Di sisi yang lain kita mengharapkan kita bisa mempertahankan buka toko agar karyawan tidak ada PHK, di sisi lain memang situasinya tidak bagus untuk bisnis," kata Stefanus dikonfirmasi, Selasa (24/3/2020).

Menurut Stefanus dari 83 mal yang berada di DKI Jakarta, baru beberapa yang memutuskan untuk melakukan penutupan sementara dalam situasi pandemi covid-19 ini.

Saat ini mal yang memutuskan untuk tutup adalah Lippo Mall Puri, Senayan City, Central Park, dan Plaza Indonesia.

Namun menurut Stefanus, tak tertutup kemungkinan beberapa mal lain akan mengikuti sesuai kondisi yang terjadi.

"Kalau di Jakarta sendiri kebanyakan masih buka, yang tutup di bawah 10 mal. Di Jakarta sendiri itu kan total ada 83 mal. Enggak tahu beberapa hari ini kita lihat situasi saja," katanya.

Kebebasan

Atas kondisi yang terjadi saat ini, pihak Asosiasi memberikan kebebasan kepada para pengelola mal anggotanya, untuk dapat mengambil kebijakan sesuai dengan kondisi mal masing-masing.

"Ya kita melihat kondisinya di daerah, tak usah jauh-jauh di Jakarta aja kondisnya beda kan. Jadi asosiasi minta ambil kebijakan maksimal supaya kebutuhan publik sendiri tidak terganggu," ujarnya.

Stefanus tak menampik jika pandemi Covid-19 ini mengakibatkan jumlah pengunjung mal turun drastis. Kendati demikian, ini merupakan situasi yang di luar kendali.

"Saya kira kita tidak bisa ngomong kerugian di situasi ini. Yang penting konsen kita bersama bagimana mengatasi corona ini, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa," tandasnya. (Joko Suprianto)

Meski Tutup 25 Maret - 7 April 2020, Mal Sumarecon Buka Untuk Melayani Pembelian Kebutuhan Pokok

Lippo Malls Indonesia Mulai Kampanye Wujudkan Indonesia Lebih Bersih

Summarecon Mall Edukasi Pengunjung dan Ubah Jam Operasi

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved