Dampak Covid 19

Kerajaan Arab Saudi Berlakukan Jam Malam Mulai Malam Ini

Kerajaan Arab Saudi memberlakukan jam malam di kerajaan tersebut, dimulai pada Senin (23/3) pukul 19.00 waktu setempat.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/CIC Saudi Arabia
Raja Salman, pemimpin Kerajaan Arab Saudi, mengumumkan keputusan pemerintahannya berkaitan dengan wabah Covid-19. 

Kerajaan Arab Saudi memberlakukan jam malam di kerajaan tersebut, dimulai pada Senin (23/3) pukul 19.00 waktu setempat.

Tak kurang dari Raja Salman, Raja Arab Saudi, sendiri yang mengumumkan jam malam ini, lewat siaran pers kerajaan.

Disebutkan dalam siaran pers tersebut, yang dikutip laman Arab News dari Saudi Press Agency (SPA), jam malam akan berlangsung selama 11 jam, atau berakhir pada pukul 06.00.

Jam malam akan berlangsung setiap hari selama 21 hari, dimulai pada tanggal 28 Rajab 1441 menurut penanggalan Hijriah.

Kasus bertambah

Keputusan ini diambil Raja Salman, setelah Kementerian Kesehatan Saudi mengumumkan 119 kasus bari Covid-19 pada Minggu (22/3) malam.

Tambahan kasus tersebut membuat pasien Covid-19 di kerajaan tersebut berjumlah 511 orang.

Selama jam malam, masyarakat tak boleh keluar rumah sama sekali.

Pemerintah Saudi, melalui Kementerian Dalam Negeri, akan memastikan hal tersebut dengan menurunkan aparat sipil dan militer. Karena itu warga diminta menaati perintah dari Raja.

Sebelum memutuskan jam malam ini, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona, diawali dengan menangguhkan izin masuk bagi pendatang, termasuk jemaah ibadah umrah.

Pengecualian

Dalam siaran pers itu disebutkan pula kelompok yang mendapat pengecualian, yakni pekerja di industri vital serta apara pemerintahan.

Yang termasuk dalam industri vital adalah sektor pangan yang meliputi pedagang di pasar, supermarket, catering, rumah jagal, tukang roti, karyawan pabrik makanan kemasan, dan labortaorium pangan.

Pekerja sektor kesehatan juga mendapat pengecualian, seperti industri obat dan alat kesehatan, klinik kesehatan termasuk apotek, rumah sakit, serta laboratorium.

Sektor transportasi, yang meliputi transportasi barang kebutuhan, pos dan paket, bea dan cukai, pergudangan, serta perusahaan logistik yang berkaitan dengan sektor kesehatan, pangan, dan pelabuhan.

Industri media massa juga termasuk dalam pengecualian ini.

Demikian pula karyawan di industri perdagangan daring (e-commerce), seperti toko online, perbankan online, dan aneka perizinan online.

Industri perhotelan, energi, finansial, telekomunikasi, serta air minum juga mendapat pengecualian aturan ini.

Kurir yang mengantarkan makanan dan obat-obatan juga diperbolehkan beroperasi pada saat jam malam.

Muazin juga boleh keluar rumah menuju masjid, untuk mengumandangkan azan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved