Wabah virus corona

Sekarang Ada Pengaturan Jarak Antarmanusia di Stasiun KA

PT Kereta Api menerapkan kebijakan pengaturan jarak melalui pemasangan garis pembatas di berbagai area pelayanan stasiun.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/ Kereta Api Indonesia
Ilustras kereta api PT KAI 

Ada pemandangan baru di stasiun kereta api, yakni orang-orang berdiri agak berjauhan saat antre membeli tiket, cetak boarding pass, atau saat memesan tiket.

Itulah budaya baru yang sedang diterapkan PT Kereta Api Indonesia, yakni antre dalam jarak tertentu.

Loket pembatalan tiket di Stasiun Pasarsenen pada Selasa (17/3/2020).
Loket pembatalan tiket di Stasiun Pasarsenen pada Selasa (17/3/2020). (Warta Kota/Angga Baghya N)

Dalam siaran persnya, PT Kereta Api Indonesia menyatakan terus berupaya melakukan berbagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona.

Yang terbaru adalah menerapkan kebijakan pengaturan jarak melalui pemasangan garis pembatas di berbagai area pelayanan stasiun.

"Upaya ini merupakan implementasi dari social distancing yang saat ini menjadi imbauan dari Pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona yang sedang mewabah di Indonesia," bunyi pernyataan di siara pers tersebut.

Khusus di Daop 1 Jakarta, penerapan social distancing (pembatasan sosial) dilakukan di stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh, yaitu Stasiun Pasarsenen, Gambir, dan Jakarta Kota.

Ketiga stasiun tersebut telah dibuat pengaturan garis batas jarak aman antrean, seperti pada saat antrian cetak tiket, loket pembatalan tiket, atau pembelian tiket go show, dan cek boarding pass.
Adapun jarak antrian antara calon penumpang satu dengan lainnya sekitar 100 cm.

Penumpang lift dibatasi

Tidak hanya itu, untuk fasilitas lift yang terdapat di Stasiun Gambir juga sudah dibatasi hanya untuk empat orang, dengan batas jarak aman berdiri antar pengguna. Bahkan, fasilitas tempat duduk di area tunggu stasiun juga diberikan jarak aman.

"PT KAI menerapkan social distancing di area stasiun, karena hal ini sesuai dengan arahan Pemerintah. Meskipun kereta api merupakan transportasi publik yang tetap melayani dengan normal, tanpa ada pembatasan dan pembatalan jadwal operasional, namun kami tetap mengaplikasikan social distancing dalam pelayanan. Segala upaya pencegahan virus Corona dilingkungan KAI akan terus kami lakukan," kata Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa.

Dilarang berangkat

Sebelumnya sejak awal Februari sejumlah upaya pencegahan juga telah dilakukan seperti menyediakan hand sanitizer di area stasiun dan di rangkaian KA, mensosialisasikan 6 langkah mencuci tangan yang benar, melakukan pengecekan suhu badan, sehingga jika ditemukan calon penumpang dengan suhu badan 38 derajat Celcius ke atas akan dilarang untuk melakukan perjalanan kereta api (KA), dan biaya pemesanan tiket akan dikembalikan secara penuh dan tunai.

Tidak hanya itu, bagi penumpang suspect corona yang membawa pendamping, maka tiket dapat dikembalikan penuh juga, untuk maksimal empat orang dalam satu kode booking.

Jika berbeda kode booking, maka bea tiket yang dikembalikan maksimal hanya untuk 2 orang sebagai pendamping.

KAI juga konsisten menjaga kebersihan sarana kereta. Sebagai langkah preventif nyata KAI, dilakukan pula penyemprotan desinfektan pada sarana KA, baik interior dan eksterior setelah dilakukan pencucian kereta secara rutin.

PT KAI Daop 1 Jakarta menghimbau kepada calon penumpang untuk dalam kondisi sehat saat melakukan perjalanan KA, dan memperhatikan setiap tanda garis pembatas pada area pelayanan yang telah ditetapkan PT KAI di area stasiun. (*)

15 Kegiatan Besar Ditunda, Penurunan Pameran JIExpo Sampai 25 Persen

Lion Air Batalkan Penerbangan ke Malaysia

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved