Dampak Wabah Covid 19

Rumah Sarwono Tetap Gelar Resepsi Pernikahan dengan Jumlah Tamu Terbatas

Kebingungan juga dialami manajemen gedung yang biasa disewa untuk resepsi pernikahan, atau acara-acara lainnya.

Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Janlika Putri
Rumah Sarwono yang terletak di Jalan Raya Pasar Minggu ,Jakarta Selatan sering digunakan untuk melangsungkan acara pernikahan 

Imbauan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang meminta warganya menghindari tempat keramaian selama wabah Covid-19, membuat banyak tempat tutup sementara, dan beberapa kegiatan ditunda.

Termasuk acara resepsi pernikahan. Hal ini tentunya akan memengaruhi rencana para pasangan calon pengantin baru.

Salah satu pendopo di Rumah Sarwono, yang biasa digunakan untuk acara resepsi pernikahan
Salah satu pendopo di Rumah Sarwono, yang biasa digunakan untuk acara resepsi pernikahan (Warta Kota/Janlika Putri)

Tak hanya itu, kebingungan juga dialami manajemen gedung yang biasa disewa untuk resepsi pernikahan, atau acara-acara lainnya.

Ini pula yang dialami pengelola Rumah Sarwono, gedung yang dipergunakan untuk menggelar acara pernikahan.

Terletak di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tempat ini sudah dipesan untuk tiga resepsi pernikahan pada bulan Maret ini.

Namun, kata Dedi Saptahadi selaku staf marketing Rumah Sarwono, imbauan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut membuat pihaknya ragu-ragu melangsungkan acara di bulan Maret ini.

Namun dari pihak klien tetap mantap untuk melangsungkan acara sesuai rencana.

"Kami sangat mendukung kebijakan Pemerintah, tapi balik lagi tergantung klien. Dan dua klien ini tetap akan melangsungkan acaranya, yaitu untuk tanggal 21 dan tanggal 27 Maret nanti. Mereka sudah book lama sekali sebelum isu ini merebak," kata Dedi.

Dedi juga mengungkapkan, Rumah Sarwono sudah dipesan sampai bulan April, dan sejauh ini belum ada klien yang membatalkan acaranya.

Memang tidak setiap minggu Rumah Sarwono ketempatan sebuah acara. Biasanya hanya pada bulan-bulan tertentu saja mereka panen pesanan, terutama pada tanggal cantik.

Namun situasi pandemi membuat pesanan menurun, terutama untuk pemesanan beberapa bulan ke depan.

"Sebelum ada wabah ini, biasanya setiap hari hape saya bunyi terus. Ada saja yang tanya-tanya untuk konsultasi mengenai sewa gedung ini. Tapi sekarang hape saya tidak terlalu ramai. Dalam sehari hanya tiga sampai empat saja yang tanya-tanya," kata pria berkacamata itu.

Selain untuk acara pernikahan, setiap pendopo yang ada di rumah Sarwono juga bisa digunakan untuk acara lainnya.
Selain untuk acara pernikahan, setiap pendopo yang ada di rumah Sarwono juga bisa digunakan untuk acara lainnya. (Warta Kota/Janlika Putri)

Jumlah tamu berkurang

Dengan ada imbauan Gubernur ini, Dedi memprediksi jumlah tamu resepsi akan berkurang.

"Akhir pekan besok masih ada yang married, mungkin nanti rangkaian acara yang mengundang keramaian akan dikurangi. Lalu dari segi tamu juga pastinya tak akan terlalu ramai," kata pria yang sudah menjadi marketing Rumah Sarwono sejak 2015 itu.

Pembersihan tempat
Selama wabah Covid-19 berlangsung, Rumah Sarwono terus melakukan bersih-bersih di semua tempat.
Meskipun bersifat semi outdoor, penyemprotan cairan desinfektan tetap dilakukan di setiap sudut lahan.

Kemudian disediakan pula hand sanitizer bagi para staf dan tamu.

"Selama dua minggu ini kan hanya satu saja acara yang akan digelar, maka kami banyak free-nya. Situasi ini kita jadikan momentum untuk bersih-bersih," tandas Dedi.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved