Wisata Jakarta

Kenali 7 Kecamatan di Jakarta Barat di Taman Walkot 4.0

Taman Walkot Farm 4.0 Jakarta Barat bisa disebut miniaturnya Kota Jakarta Barat

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Desy Selviany
Camat Kembangan Joko Mulyono berfoto dengan lurah-lurah sekecamatan Kembangan di saung Kembangan Walkot Farm 4.0 Jakarta Barat. 

Jika Taman Mini Indonesia Indah (TMII) disebut sebagai miniaturnya Indonesia, maka taman Walkot Farm 4.0 Jakarta Barat bisa disebut miniaturnya Kotamadya Jakarta Barat.

Pasalnya, 7 Kecamatan di Jakarta Barat memiliki perwakilan di taman seluas 3.125 meter persegi itu, berupa saung-saung layaknya anjungan provinsi di TMII .

Ketujuh kecamatan itu menghias saung masing-masing, dengan menampilkan ciri khas dari wilayahnya.

Misalnya Kecamatan Kebonjeruk menghiasi saungnya dengan tanaman buah jeruk bali.

Sedangkan Kecamatan Tamansari memilih lampion-lampion Cina untuk menunjukan bahwa tempat mereka adalah kawasan permukiman masyarakat beretnis Tionghoa.

Juara

Kecamatan Kembangan menampilkan saung bergaya rumah joglo Betawi, lengkap dengan hiasan gigi balangnya. Uniknya, mereka juga memamerkan tanaman bonsai.

Selain itu, Kecamatan Kembangan juga menghadirkan air terjun buatan dan berbagai macam kerajinan khas Betawi.

Maka tak mengherankan saung Kecamatan Kembangan menjadi juara satu dari lomba saung terfavorit di Walkot Farm 4.0 Jakarta Barat.

Camat Kembangan, Joko Mulyono, menerima langsung hadiah sebagai sang juara dalam acara peresmian Taman Walkot Farm 4.0 Jakarta Barat, Jumat (14/3/2020).

Kelurahan Joglo

Usai peresmian Joko Mulyono mengungkapkan alasa pihaknya membuat saung dengan konsep rumah joglo khas Betawi.

"Karena kami punya wilayah Kelurahan Joglo yang memang identik dengan pelestarian Budaya Betawi. Dari situ kami taruh juga kerajinan khas Betawi untuk ditampilkan di dalam saung," ujar Joko.

UMKM bonsai

Selain identik budaya Betawi, Kecamatan Kembangan juga menampilkan beberapa tanaman bonsai, karena memang ada perajin tanaman hias di wilayah tersebut.

Selain sebagai hiasan, tanaman bonsai juga dijual oleh usaha mikro kecil menengah atau (UMKM) Kecamatan Kembangan.

"Harga bonsai bervariasi, mulai yang dari yang termurah Rp 500.000," kata Joko.

Bonsai itu diambil dari dua petani tanaman hias di Kelurahan Meruya dan Kembangan Selatan. Hanya separuh bonsai yang dijual dipajang di saung Kecamatan Kembangan.

"Jadi ini display saja. Nanti ada ibu-ibu PKK bertugas jaga bergantian. Kalau ada yang mau pesan lebih banyak bisa bilang ke ibu-ibu PKK," ujar Joko.

Saung itu dibuat selama 2 minggu tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Semuanya CSR (Corporate social responsibility). Jadi mereka sumbang bahan bangunan lalu kami yang olah," tandas Joko. (Desy Selviany)

Di Walkot Farm 4.0 Bisa Belajar Pertanian Hidroponik Lho

Wali Kota Farm 4.0 Tempat Wisata Murah Meriah Baru di Jakarta Barat

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved