Wabah Virus Corona

Betlehem Bagaikan Kota Hantu Tanpa Pariwisata

Kota Betlehem kini bagaikan "kota hantu", karena sangat sepi sejak berlakunya masa isolasi.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Wikipedia/Neil Ward
Nativity Church atau Gereja Kelahiran Yesus Kristus di Betlehem, Palestina. 

Maka, Betlehem, kota kecil yang menjadi "terbesar di tanah Yehuda", memiliki paling banyak
pasien Covid-19 dibandingkan kota-kota lainnya di Palestina.

Isolasi

Warga Betlehem diminta tidak bepergian, dan kalau bisa tidak meninggalkan rumah, kata
Pemerintah Palestina.

Bahkan Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, menginstruksikan tindakan darurat,
termasuk menutup sekolah, dari paud sampai universitas.

Sementara Pemerintah Israel melarang warga Betlehem dan dua kota lain, Beit Jala dan Beit
Sahour masuk ke wilayah Israel. Padahal banyak warga ketiga kota itu yang bekerja dan
memiliki usaha di Yerusalem, yang cuma berjarak 9,4 kilometer dari betlehem.

Sampai kemarin, seperti dilansir Al Ayyam, Pemerintah Palestina belum tahu sampai kapan akan
menutup Betlehem.

Tidak adil

Tentu saja hal ini membuat resah warga setempat, seperti diungkapkan Fadi Katan kepada
Haaretz. Pengusaha hotel di Betlehem ini merasakan ketidak adilan.

"Lebih banyak kasus di Israel, tapi tidak ada kota di sana yang ditutup. Apalagi orang yang
sakit di sini ketularan orang-orang yang datang dari Isarel," katanya.

Pernyataan Katan itu sesuai dengan pernyataan yang dikeluarkan Kementerian kesehatan
Palestina, yaitu 7 orang warga Betlehem mengidap Covid-19 karena ketularan rombongan turis
dari Yunani.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved