Wabah Virus Corona

Betlehem Bagaikan Kota Hantu Tanpa Pariwisata

Kota Betlehem kini bagaikan "kota hantu", karena sangat sepi sejak berlakunya masa isolasi.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Wikipedia/Neil Ward
Nativity Church atau Gereja Kelahiran Yesus Kristus di Betlehem, Palestina. 

Kota Betlehem digambarkan sebagai kota hantu oleh media massa Israel Haaretz, dalam sebuah
artikel yang terbit tanggal 8 Maret 2020.

Padahal kota di wilayah tepi Barat, Palestina ini biasanya begitu hidup dan sangat ramai oeh
wisatawan, mengingat kota ini dipercaya sebagai lokasi kelahiran Yesus Kristus.

Peziarah Kristen dari penjuru dunia berduyun-duyun datang ke kota ini, untuk mengunjungi Gereja Kelahiran Kristus di kota ini, yang disebut-sebut dulunya kandang ternak tempat Yesus dilahirkan.

Namun, sejak ditemukannya 4 orang yang diduga mengidap Covid-19 pada tanggal 4 Maret 2020,
Pemerintah Palestina lantas memutuskan menutup kota kecil yang terkenal itu dari wisatawan.

Maka redaktur di Haaretz memang tidak berlebihan, sebab kini Betlehem bak kota hantu karena
begitu sepi dan nyaris tanpa aktivitas.

Bertambah

Warga kota ini juga mengurangi aktivitas di luar rumah, setelah jumlah penderita Covid-19 di
kota itu terus bertambah.

Sebagaimana dilansir media Palestina Al-Ayyam, Kementerian kesehatan Palestina mengumumkan
bahwa jumlah penderita Covid-19 di Betlehem bertambah bertambah empat orang lagi per tanggal
9 maret 2020.

Padahal, saat Haaretz menerbitkan artikelnya, alias sehari sebelumnya, jumlah penderita
penyakit akibat virus corona ini sudah 19 orang, sehingga kini menjadi 23 orang.

Juru bicara Pemerintah Palestina, Ibrahim Melhem, menjelaskan bahwa jumlah penderita Covid-19
di Palestina pada hari Senin kemarin sebanyak 26 orang.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved