Wabah Virus Corona

4 Maskapai Penerbangan Ini Izinkan Penumpang Mengubah Tanggal Keberangkatan

Sejumlah maskapai penerbangan memberlakukan kebijakan mengubah tanggal keberangkatan tanpa biaya. Hanya saja setiap maskapai memiliki aturan berbeda.

pexels.com
Ilustrasi pesawat terbang. 

Pada akhir pekan lalu Pemerintah Italia mengumumkan bahwa mereka melakukan isolasi terhadap seluruh wilayah Italia Utara.

Sebagaimana diwartakan The Sun, 16 juta penduduk kawasan tersebut tak boleh meninggalkan wilayah mereka, bahkan diminta tidak meninggalkan.

Dua kota yang termasuk dalam isolasi tersebut adalah Milan dan Venesia, yang merupakan dua destinasi wisata utama di Italia.

Caffe Florian di Venesia bolehlah disebut kedai kopi pertama di Italia. Dibuka pada tahun 1720, Florian menjadi salah satu kafe pertama yang berdiri di Italia.
Caffe Florian di Venesia bolehlah disebut kedai kopi pertama di Italia. Dibuka pada tahun 1720, Florian menjadi salah satu kafe pertama yang berdiri di Italia. (Italia.it)

Maka, berita ini semakin menegaskan bahwa liburan ke Italia dalam waktu dekat harus dibatalkan.

Lagi pula apa gunanya tetap melanjutkan liburan itu, sebab sampai di sana pelancong harus tinggal di hotel selama 14 hari, tak boleh keluar untuk berjalan-jalan.

Masalahnya, bagaimana dengan tiket pesawat yang sudah dibeli, dan hotel yang sudah dipesan.

Sejumlah maskapai penerbangan besar telah mengumumkan soal "kebijakan corona" mereka.

Lufthansa

"Calon penumpang bisa mengubah tanggal keberangkatan sampai 31 Desember 2020 tanpa biaya. Persyaratan yang tercantum di pemesanan pertama tidak berlaku," tulis pihak Lufthansa dalam siaran pers yang dikuti Independent.

Sebuah pesawat Lufthansa sedang dicuci pada 21 Januari 2020.
Sebuah pesawat Lufthansa sedang dicuci pada 21 Januari 2020. (Lufthansagroup.com/Oliver Roesler)

"Kebijakan corona" ini berlaku bagi calon penumpang yang membeli tiket sebelum tanggal 5 Maret 2020, untuk keberangkatan sampai 30 April besok.

Calon penumpang yang baru membeli tiket pada 6 Maret 2020 sampai 31 Maret 2020 juga dibebaskan dari aturan perubahan tanggal.

Hanya saja, calon penumpang tetap harus membayar perbedaan harga di tanggal keberangkatan baru, jika ada.

Kebijakan ini juga berlaku bagi calon penumpang maskapai-maskapai di bawah manajemen Lufthansa, yakni Swiss, Brussels Airlines, dan Austrian Airlines.

"Dengan kebijakan ini, Lufthansa Group berusaha memenuhi permintaan konsumen, agar kami lebih fleksibel dalam situasi akibat wabah Covid-19," ujar Pihak Lufthansa.

Qatar Airways

Kebijakan serupa juga diberikan Qatar Airways kepada calon penumpangnya, yakni konsumen boleh mengubah tanggal keberangkatannya.

Bahkan, sebagaimana dilansir Independent, Qatar juga memberikan opsi voucher yang berlaku selama setahun. Dengan demikian, konsumen lebih fleksibel lagi dalam menentukan tanggal pengganti.

Pesawang Boeing 777 Qatar Airways.
Pesawang Boeing 777 Qatar Airways. (Instagram/qatarairways)

Kebijakan ini berlaku bagi semua penerbangan sampai akhir Juni 2020.

Calon penumpang harus segera melakukan perubahan tanggal, atau mengambil opsi voucher, selambat-lambatnya tiga hari menjelang tanggal keberangkatan di pemesanan pertama.

"Meski pun kami menerapkan standar higienitas yang tinggi di seluruh sektor bisnis kami, kami paham beberapa penumpang ingin melakukan rencana keberangkatan mereka," kata CEO Qatar, Akbar Al Baker.

Dia berharap agar opsi yang diberikan Qatar bisa memberi rasa tenang dan percaya diri kepada konsumen.

Emirates

Maskapai lain yang memberikan kemudahan mengubah tanggal keberangkatan adalah Emirates Airlines.

"Calon penumpang boleh mengubah tanggal keberangkatan ke tanggal lain dalam kurun waktu 11 bulan. Tidak dikenakan biaya perubahan asal masih dalam kelas yang sama. Perbedaan harga yang mungkin terjadi tetap berlaku. Kebijakan ini berlaku untuk semua destinasi di jaringan Emirates," bunyi siaran pers Emirates yang dilansir Gulf News.

Adnan Kazim, Chief Commercial Officer Emirates Airline, menambahkan, pihaknya tengah menggodok opsi lain yang membuat pelanggan mereka lebih fleksibel dalam mengubah rencana kepergian, dan merasa lebih nyaman.

Pesawat A-380 milik Emirates.
Pesawat A-380 milik Emirates. (Instagram/emirates)

Etihad

Sementara itu, maskapai Etihad tidak saja memberikan fleksibilitas dalam mengubah tanggal, tapi juga destinasi.

Dalam siaran persnya, pihak Etihad menyatakan paham bahwa situasi yang terjadi saat ini membuat segala rencana berlibur atau bepergian berantakan. Sejumlah negara menutup pintu bagi pendatang, dan ada pula negara-negara yang melarang warganya bepergian ke luar negeri, terutama yang sedang mengalami wabah Covid-19.

Etihad sendiri terpaksa membatalkan sejumlah penerbangannya, karena Pemerintah Uni Emirat Arab melarang warga sejumlah negara masuk ke negara tersebut.

"Calon penumpang yang memiliki tanggal keberangkatan sampai 30 Juni 2020 namun tak bisa terbang karena pesawatnya dibatalkan, atau dilarang bepergian oleh pemerintahya, atau tak bisa masuk ke negara tujuan, bisa mengubah tanggal keberangkatan sampai tanggal 15 Juli 2020 tanpa biaya," bunyi siara pers Etihad.

Penumpang juga bisa mengubah destinasi, asal destinasi baru itu tidak melakukan pembatasan bepergian (travel restriction).

Etihad juga mempunyai opsi pembatalan tiket, di mana konsumen dibebaskan dari penalti pembatalan seperti aturan yang tertera di tiketnya.

Calon penumpang yang membeli tiketnya menggunakan Etihad Guest Miles juga diperbolehkan mengubah tanggal dan destinasi, atau membatalkan keberangkatannya.

Asyik, Ada Tambahan 4 Hari Libur Tahun 2020

Ziarah Kristiani ke Holy Land Tutup Sementara Akibat Wabah Virus Corona

Overland Tour Ini Bisa Jadi Pilihan Berlibur Akhir Bulan Ini

Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved