Wabah Virus Corona

Potensi Merugi Rp 70 Triliun Akibat Covid-19

Angka tersebut bukan main-main, karena berkisar antara Rp 55,8 triliun sampai Rp 69,8 triliun.

Potensi Merugi Rp 70 Triliun Akibat Covid-19
pexels.com
Ilustrasi pesawat. 

International Civil Aviation Organization (ICAO) memperkirakan total pendapatan maskapai di
seluruh dunia akan berkurang 4-5 miliar dolar AS pada tahun ini, gara-gara wabah virus
corona.

Angka tersebut bukan main-main, karena berkisar antara Rp 55,8 triliun sampai Rp 70 
triliun.

Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand terlihat sepi pada awal Februari 2020. Industri penerbangan Thailand terkena dampak cukup besar dari wabah virus corona.
Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand terlihat sepi pada awal Februari 2020. Industri penerbangan Thailand terkena dampak cukup besar dari wabah virus corona. (Warta Kota/AC Pingkan)

Sebagaimana dilansir Channel News Asia (CNA), menurut ICAO, sebanyak 70 maskapai penerbangan
di seluruh dunia harus membatalkan penerbangan ke Tiongkok, dan memangkas penerbangan karena
berkurangnya jumlah penumpang secara signifikan.

Perkiraan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang khusus mengurusi soal penerbangan, itu
berdasarkan dugaan bahwa terjadi penurunan sekitar 20 juta penumpang pesawat terbang di
kuartal pertama 2020, akibat virus yang kini bernama Covid-19 itu.

Saat ini, Covid-19 sudah menyebabkan sekitar 2.700 orang tewas, dengan jumlah terbanyak di
Tiongkok. Korban tewas juga terjadi di Korea selatan, Jepang, dan Italia.

Seksi

Wabah ini memang sangat memukul industri penerbangan, terutama karena Tiongkok merupakan
pasar seksi industri penerbangan.

Pasalnya, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Tiongkok, semakin banyak warga negara itu
bepergian ke luar negeri.

"Sebelum terjadinya wabah, maskapai penerbangan sudah berencana menambah kursi sebesar 9
persen untuk penerbangan menuju dan dari Tiongkok pada kuartal pertama tahun ini,
dibandingkan masa yang sama tahun sebelumnya," begitu bunyi siaran pers ICAO yang dikutip
CNA.

Hanya saja yang terjadi kemudian, terjadi pengurangan kursi sampai 80 persen.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved